spot_img

Pelaku UMKM Masih Perlu Edukasi Mengenai Transaksi Nontunai

Lebih dari 25 juta pelaku UMKM menggunakan QRIS. Penggunaan QRIS selain mempermudah pembayaran juga bisa membuat produk UMKM naik kelas. (InfoPublik/Ryiadhy Budhy Nugraha)
Lebih dari 25 juta pelaku UMKM menggunakan QRIS. Penggunaan QRIS selain mempermudah pembayaran juga bisa membuat produk UMKM naik kelas. (InfoPublik/Ryiadhy Budhy Nugraha)

SuaraUMKM, Jakarta – Pembayaran nontunai telah menjadi tren yang semakin meluas seiring dengan kemajuan teknologi. Fenomena ini membawa konsekuensi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Salah satu tujuan utama dari perubahan ini adalah agar pelaku UMKM dapat memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen mereka. Dalam upaya ini, kenyamanan konsumen saat bertransaksi menjadi faktor penting yang akan berdampak positif terhadap loyalitas mereka.

Baca Juga : Pelaku UMKM Asal Batam Siap Adaptasi Sistem Pembayaran QRIS Antarnegara

Hendra Satya Darma, yang saat itu menjabat sebagai Pengganti Sementara Pemimpin Cabang BRI Bekasi Juanda, mengungkapkan bahwa sebenarnya pelaku UMKM telah menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dalam menyediakan metode pembayaran nontunai. Namun, tantangan yang dihadapi adalah adaptasi terhadap perangkat dan sistem yang digunakan dalam pembayaran tersebut.

“Sebenarnya kesulitan mekanisme dan pembelajaran. Mereka harus diedukasi apa itu QRIS dan EDC (Electronic Data Capture),” kata Hendra Satya Darma di Bekasi beberapa waktu lalu, Rabu (28/6/2023).

Selain itu, Hendra juga menegaskan bahwa para pelaku UMKM perlu memahami secara rinci manfaat yang dapat mereka peroleh dari penerapan pembayaran nontunai. Dengan pemahaman yang kuat mengenai hal ini, para pelaku UMKM akan lebih yakin dan termotivasi untuk segera menyediakan metode pembayaran nontunai bagi konsumen mereka.

Baca Juga : Bank Indonesia : 25,4 Juta Pebisnis UMKM Sudah Pakai QRIS

“Kemudian juga memberitahukan manfaat dan dampak positif menggunakan pembayaran nontunai. Memang butuh proses dari belum paham ke paham. Memang butuh proses dari pembayaran tunai ke nontunai. Menggunakan pembayaran nontunai akan terhindar dari uang palsu, rusak dan jauh lebih aman,” katanya.

BACA JUGA :  Sosialisasi dan Talkshow Program Strive Indonesia Bersama Bappenas

Selama ini, pelaku UMKM telah merespons dengan baik upaya edukasi yang dilakukan oleh pihak terkait. Hal ini menunjukkan adanya keinginan kuat dari mereka untuk belajar demi kemajuan usaha yang mereka jalankan.

“Sejauh ini, kami belum menemui penolakan dalam mengadopsi pembayaran nontunai,” pungkasnya.

Sumber : Okezone

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Perkuat Sektor UMKM, Pemkot Bengkulu Bagikan 50 Meja Portabel

BENGKULU - Upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan...

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Mizan Amanah

JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi...

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Gelar Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal...

BRI BO BRIlian Kunjungi Merchant, Penetrasi Pengunaan Mesin EDC

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia Branch Office Menara BRILiaN...