spot_img

Pemkot Jaksel Edukasi Pelaku UMKM Tuk Jual Makanan Sehat dan Halal

Pemkot Jaksel Edukasi Pelaku UMKM Tuk Jual Makanan Sehat dan Halal, Sumber : Istimewa

SuaraUMKM, Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan rutin mengedukasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menjual makanan sehat dan halal demi terciptanya keamanan pangan dan ketercukupan gizi masyarakat.

“Monitoring jajanan anak di kantin sekolah dibantu oleh tim puskesmas, dan catering ataupun restoran ada tim Sudin Kesehatan dan puskesmas wilayah,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Yudi Dimyati saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Yudi menambahkan sampai saat ini pihaknya rutin memastikan apakah ada atau tidaknya pelaku usaha yang menggunakan bahan makanan berbahaya. Jika ditemukan adanya makanan dengan zat berbahaya, maka pihaknya siap memeriksa untuk menjamin keamanan dan kesehatan para konsumen di wilayahnya.

“Apabila suatu waktu ada laporan masyarakat, maka kami akan turun untuk pemeriksaan mulai dari bahan mentah hingga peralatan yang digunakan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Puskesmas Cilandak, Tri Novia menuturkan sebanyak 100 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayahnya telah menerima sosialisasi mengenai sertifikat halal.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat bantuan dana dari tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) yakni Rumah Sakit Siloam TB Simatupang.

“Kami ingin meningkatkan wawasan cara menghidangkan makanan yang aman dan pentingnya membuat surat izin dan sertifikat halal,” kata Kepala Satuan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Puskesmas Cilandak, Tri Novia dalam sosialisasi di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang.

Novia menuturkan pihaknya gencar melakukan sosialisasi edukasi dan memastikan seluruh UMKM memiliki sertifikat halal pada tahun 2023 ini sesuai instruksi pemerintah.

Selain itu, pihaknya juga akan memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) di kalangan penjaja makanan, pelaku usaha jasa boga dan pengelola kantin sekolah di wilayah Cilandak.

BACA JUGA :  Gelaran Bazar UMKM Menjadi Acara Utama Dalam Memperingati Harkopnas Ke 76

Nantinya pihaknya juga berkolaborasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk mengeluarkan perizinan dan kementerian koperasi yang mengeluarkan sertifikat halal.

Selain itu, juga dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, Suku Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan, dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.

Lanjut dia, pihaknya sempat menemukan penjual makanan di sekolah hingga usaha jasa boga yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.

“Waktu itu kita periksa puluhan pedagang takjil ada yang boraks, formalin, kemudian pernah ada jajanan gak sehat bikin anak-anaknya jadi sakit,” tambahnya.

Menurut dia, dengan ditemukannya zat berbahaya ini bisa mengganggu produktivitas kegiatan belajar mengajar, sehingga perlu perhatian lebih mengenai keamanan pangan terutama di lingkungan sekolah.

Ke depannya, pihaknya akan menyiapkan tenaga untuk melakukan jemput bola atau mendatangi langsung lokasi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar wilayahnya.

Sumber Informasi : Tribunnews.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...

BRI Bekasi Siliwangi Meriahkan CFD di GOR Patriot Bareng BRImo

BEKASI - BRI terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan...

Optimalkan Layanan & Pengembangan Bisnis, BRI KCP Cibitung Relokasi Kantor ke MM2100

CIBITUNG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

BRI Bekasi Harapan Indah Gelar Sosialisasi Pencegahan & Penanggulangan Kebakaran

BEKASI - Dalam rangka mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran,...