
SuaraUMKM, Jakarta – Toko Tani Indonesia (TTI) yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan Mimika dinilai sebagai upaya yang efektif dalam menjaga keseimbangan harga pangan di pasaran sekaligus meningkatkan penghasilan para petani lokal orang asli Papua (OAP). Meski terlihat sepi, pantauan media pada Selasa (13/6/2023) menunjukkan bahwa beberapa orang tetap singgah dan berbelanja di toko tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Yulius Koga, menjelaskan bahwa salah satu target mereka adalah pedagang kecil, terutama para mama-mama Papua yang seringkali bingung dalam memasarkan hasil kebun mereka. Dalam hal ini, Dinas Ketahanan Pangan membeli produk-produk tersebut dan menjualnya di TTI dengan harga yang sedikit lebih murah.
Baca Juga : Dukung GBBI 2023, BI Papua Barat Kurasi Produk UMKM Potensial
“Toko Tani kami ada untuk salah satunya membantu mama-mama. Daripada dia jual ke pasar dan belum tentu habis, maka kami beli untuk mengisi toko kami,” katanya.
Meskipun terlihat sederhana, toko ini telah memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai produk olahan pangan seperti tepung sagu, keripik keladi, dan aneka jenis produk lainnya yang dihasilkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dipamerkan di toko ini.
Selain itu, toko yang berlokasi di Jalan Poros SP2-SP5 Timika juga menyediakan fasilitas penitipan produk UMKM. TTI saat ini menjalin kerja sama dengan peternak lokal yang dibina oleh Dinas Peternakan, di mana mereka membeli telur secara langsung dari peternak tersebut.
Baca Juga : OJK Provinsi Papua Dorong BPR Tuk Salurkan Kredit UMKM
Pada tahun mendatang, Dinas Ketahanan Pangan berencana untuk mengembangkan TTI di enam Distrik dalam kota, dengan tujuan mempermudah mama-mama Papua, pengusaha Papua, dan orang asli Papua dalam memasarkan produk mereka.
“Rencana pengembangan Toko Tani di 6 Distrik dalam kota pada tahun depan. Kalau disetujui ya kita jalan,” pungkasnya.
Sumber : Papua 60 Detik





