
SuaraUMKM, Jakarta – Sebanyak 350 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan turut meramaikan pameran MXGP Samota yang akan digelar pada bulan Juni mendatang. Namun, hal ini belumlahh final dan sedang dalam proses pendataan.
“Saat ini masih dalam proses pendataan dengan pihak terkait, termasuk penyelenggara, sehingga belum final. Namun, berdasarkan kesepakatan dengan pihak penyelenggara, diharapkan akan ada sekitar 350 UMKM yang berpartisipasi,” ungkap Kepala Dinas Koperasi, UKM Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Dedy Heriwibowo kepada media pada Kamis (18/5/2023).
Dijelaskan bahwa tidak ada perubahan lokasi pameran dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu sebagian di Taman Mangga dan sebagian lainnya berdekatan dengan sirkuit.
Baca Juga : Wagub NTB Dorong Potensi Anak Muda Untuk Bangun Kemandirian Ekonomi Melalui UMKM
“Lokasi UMKM akan berada di Taman Mangga, di sekitar jalan dekat lokasi sirkuit, dan juga akan ada stan di dalam sirkuit, termasuk di area konser musik,” kata Dedy.
Ia menambahkan bahwa perhelatan MXGP Samota juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada pertumbuhan UMKM di Sumbawa. MXGP 2022 telah memberikan stimulus positif terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama untuk Usaha Kecil Menengah.
Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (UMKM Perindag) Kabupaten Sumbawa mencatat adanya peningkatan yang signifikan pada sektor UMKM sejak digelarnya MXGP tahun lalu.
Baca Juga : WSBK Mandalika 2023 Kian Semarak dengan Hadirnya 300 Stand UMKM
“Dalam forum yang aktif mengikuti acara ini, terdapat sekitar 363 UMKM. Namun sebenarnya, jumlah UMKM yang terdata oleh dinas jauh lebih banyak, sekitar 20 ribu UMKM. Alhamdulillah, kami telah memfasilitasi mereka dalam forum UMKM Kabupaten Sumbawa. Setiap kali ada acara yang diselenggarakan, mereka secara aktif berpartisipasi, termasuk dalam kegiatan pra MXGP,” ungkap Dedy.
Ke depannya, pihaknya berharap agar UMKM di Kabupaten Sumbawa dapat mengalami peningkatan kualitas. Hal ini mencakup peningkatan kualitas produk yang dihasilkan, standarisasi, serta pengaturan manajemen yang lebih baik oleh pelaku UMKM.
“Harapan kami ke depan adalah agar UMKM yang ada dapat naik kelas, artinya usaha mereka berkembang, omset meningkat, dan keuntungan meningkat pula,” pungkasnya.
Sumber : tvOne News





