spot_img

Nostalgia, Produk UMKM Tempo Dulu Hadir di Festival Klangenan 2023

Festival Klangenan ditujukan kepada pelaku UMKM dan Pelaku Industri kreatif barang barang klangenan, masyarakat luas, serta sebagai sarana nostalgia untuk mengenang kembali barang barang atau jajanan tempo dulu. (Dok. Pemkab Bantul)
Festival Klangenan ditujukan kepada pelaku UMKM dan Pelaku Industri kreatif barang barang klangenan, masyarakat luas, serta sebagai sarana nostalgia untuk mengenang kembali barang barang atau jajanan tempo dulu. (Dok. Pemkab Bantul)

SuaraUMKM, Jakarta – Festival Klangenan kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bantul sebagai upaya untuk mengingatkan masyarakat luas tentang barang-barang dan jajanan zaman dulu. Acara ini berlangsung di Pasar Seni Gabusan (PSG), Kabupaten Bantul sampai 30 April.

Menurut Kabid Sarana Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Arum Bidayati, Festival Klangenan didanai melalui dana keistimewaan. Acara ini memberikan kesempatan bagi para pelaku UMK di Bantul untuk mempromosikan produk mereka.

“Ada 50 tenant yang bergabung dengan 30 kuliner dan 20 non kuliner. Di dalamnya ada aneka barang bernuansa kuno, hasil kerajinan tangan, antik, sarana permainan anak, dan jajanan rhythm dulu,” katanya, pada Rabu (27/4).

Baca Juga : JIFFINA 2023, Tampilkan Produk Furnitur UMKM Lokal Berkelas Dunia

Selain itu, Arum menjelaskan bahwa Festival Klangenan sengaja diadakan pada saat libur Lebaran dengan harapan masyarakat yang sedang berlibur atau mudik ke Bantul dapat bernostalgia dengan masa lalu.

“Kami ingin memanfaatkan PSG sebagai pusat kuliner (jajanan zaman dulu) dan cinderamata melalui kegiatan ini. Tidak hanya itu, kami juga memfasilitasi dan mempromosikan UKM Bantul agar bangkit dan berkembang,” tambahnya.

Baca Juga : Ini Strategi Ampuh Pemda Yogyakarta Gerakkan Ekonomi UMKM

Arum menambahkan bahwa kegiatan ini juga berfungsi sebagai ajang promosi bagi para pelaku UKM yang ada di Bantul serta menghidupkan kembali Pasar Seni Gabusan agar dapat aktif untuk kegiatan ekonomi kreatif.

Ahya Namara Utami, salah satu tenant yang menjual baju adat Jawa, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menarik. Selain mengingatkan masyarakat dengan kenangan masa lalu, acara ini juga memberikan dampak positif bagi para pelaku ekonomi kreatif.

“Kegiatan ini menjadi semacam pemantik ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM dan ekonomi kreatif, serta sebagai ajang promosi dan pengenalan produk mereka,” ungkap Ahya.

BACA JUGA :  Kemenkop UKM Berikan Pendampingan kepada 1.000 UMKM di Sumut

Sumber : JawaPos

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Optimalkan Layanan & Pengembangan Bisnis, BRI KCP Cibitung Relokasi Kantor ke MM2100

CIBITUNG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

BRI Bekasi Harapan Indah Gelar Sosialisasi Pencegahan & Penanggulangan Kebakaran

BEKASI - Dalam rangka mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran,...

BRI BO Warung Buncit – Poltek Imipas Teken Kerjasama Layanan Perbankan

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO)...

Bentuk Kepedulian, BRI Bogor Dewi Sartika Salurkan TJSL di Beberapa Titik

BOGOR - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bogor Dewi...