
Penulis : Muhammad Darmawan
SuaraUMKM, Jakarta – Pagi tadi Team dari BPOM lakukan kunjungan pendampingan ke rumah produksi zayna bluetea.
Di awal cerita Pak Awaluddin dari BPOM menyebutkan sepotong nama seseorang dari Dinas Koperasi dan UMKM Deli Serdang. Dimana nama tersebut merekomendasikan zayna bluetea masuk daftar 15 UMKM yang akan dibantu penerbitan izin BPOM.
Namun, masyaAllah kami sama sekali tak pernah mendengar dan mengenal nama orang yang disebutkan oleh Pak Awaluddin .
Ini sebuah bukti, bahwa kami mendapatkan kesempatan itu tanpa nepotisme sama sekali!
Berusaha berpikiran positif saja, zayna bluetea adalah UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Deli Serdang yang masih berumur satu tahun. Mungkin selama ini perkembangan zayna bluetea terus dipantau.
Oya, sebelumnya saat di undang pada BIMTEK CPPOB tanggal 15 – 16 Maret 2023 lalu Pimpinan BPOM menyebutkan 15 UMKM yang terpilih tersebut pengurusan izin BPOM dibiayai oleh negara.
Menyadari akan hal itu maka zayna bluetea berjanji akan serius menjalani setiap proses pengurusan izin BPOM dan ketika nanti izin itu terbit akan sungguh-sungguh menjaga kepercayaan yang diberikan.
Karena ini bukan perkara main-main, proses perizinan dibiayain oleh negara yang berasal dari uang rakyat. Kami sangat sadar akan hal itu dan insyaAllah akan berusaha amanah, dengan tetap menampilkan produk yang terjaga kualitasnya.
Sebelumnya, melihat kesusahan dalam pengurusan izin yang kami alami. Beberapa sahabat sempat menawarkan bantuan pengurusan izin BPOM.

Terbilang masuklah dua tawaran :
Tawaran pertama datang dari sahabat di Jogjakarta tak tanggung-tanggung : “Kalau zayna bluetea mau pindah ke Jogja perizinan BPOM dan lainnya akan diuruskan serta peralatan sudah disiapkan”.
Tawaran kedua datang dari sahabat di Gayo Lues yang sudah berkunjung ke rumah produksi zayna bluetea. “Jika zayna bluetea mau pindah ke Gayo Lues perizinan BPOM dan lainnya akan dibantu, rumah produksi sudah dipersiapkan serta lahan untuk budidaya bunga telang sudah ada. Dengan catatan zayna bluetea jadi icon produk Gayo Lues”.
Kalau boleh jujur tawaran dari sahabat Jogjakarta sempat kami pertimbangkan sebab Jogjakarta sangat baik dalam pembinaan UMKM. Semantara untuk tawaran sahabat dari Gayo Lues kami menolaknya karena zayna blue tea adalah teh kampung sini bukan teh kampung sana atau teh kampung situ.





