
SuaraUMKM, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Banyumas mengadakan Pameran Parsel Ramadhan untuk mendukung UMKM. Pameran ini bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelatihan, dan promosi kepada organisasi perangkat daerah, perbankan, rumah sakit, serta lembaga-lembaga di Banyumas, agar produk UMKM semakin diminati masyarakat.
Ketua Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kabupaten Banyumas, Pujianto, mengatakan bahwa ada sekitar 5.000 orang anggota Aspikmas dan sekitar 90 produk yang masuk ke galeri.
”Anggota Aspikmas ada sekitar 5.000 orang dan produk yang masuk ke galeri dan mendukung parsel ini ada sekitar 90 produk, mulai dari makanan ringan atau snack, kue, kopi, dan lain sebagainya,” kata Ketua Aspikmas atau Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kabupaten Banyumas Pujianto, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (31/3/2023).
Baca Juga : Program Jawara UMKM Solo Siap Dampingi UMKM Naik Kelas
Menurut Pujianto, program pameran perlu digelar secara rutin karena berdampak positif bagi pelaku usaha UMKM. Pameran Parsel Ramadhan tahun ini merupakan program baru yang bagus, karena pada tahun lalu hanya dengan surat edaran dan sifatnya imbauan. Pihaknya berharap bahwa jumlah undangan tahun depan akan lebih banyak.
Bupati Banyumas Achmad Husein yang hadir didampingi sang istri, Erna Sulistyawati atau kerap disapa Erna Husein yang juga sebagai Bunda UMKM Banyumas, mengingatkan jajarannya untuk tidak memberikan parsel kepada atasan karena itu merupakan gratifikasi.
“Yang penting tidak mengirim (parsel) kepada atasan karena itu gratifikasi, tapi kalau mengirim untuk bawahannya boleh,” kata Erna.
Baca Juga : UMKM Kendal Ekspor Perdana Lada Hitam ke Uni Emirat Arab Senilai 1,5 Miliar
Erna menyebutkan, jumlah pelaku UMKM di Banyumas ada lebih dari 80.000 orang. Mereka yang terlibat dalam pembuatan parsel ini sudah dipilih secara seleksi dan melalui pembinaan. Total ada sekitar 100 pelaku usaha yang terlibat.
Acara Pameran Parsel Ramadhan menampilkan sampel parsel, mulai dari harga Rp 150.000 hingga Rp 1,5 juta. Total pemesanan mencapai 200 parsel dari sejumlah instansi dan lembaga.
Indriyana (43), produsen brownies panggang dari Perkumpulan Pedagang Kecil Bintang Mandiri Sejahtera, mengaku senang bisa terlibat dalam pameran parsel yang digelar di Pendopo Si Panji Purwokerto ini. Setiap bulan dirinya memproduksi brownies 30-50 buah. Dengan adanya momen Lebaran, per hari pesanan bisa mencapai 50 buah.
“Alhamdulillah bisa ikut dipromosikan di acara ini,” ujarnya.
Sumber : Kompas.id





