
SuaraUMKM, Jakarta – Pada hari Senin, tanggal 13 Maret 2023, Program Jawara UMKM Solo resmi diluncurkan. Program ini merupakan inovasi jaringan wirausaha berdaya yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan ibu rumah tangga dari keluarga prasejahtera di Kota Solo.
Program ini juga memberikan fokus bagi para pelaku UMKM yang memiliki produk unggulan untuk diberi jalan untuk pengembangan bisnis, pelatihan, akses permodalan, dan pendampingan komprehensif.
Baca Juga : 57 UMKM Semarakkan Festival Kuliner Laras Hati Khas Mangkunegaran
Founder Jawara UMKM Solo, Astrid Widayani menyampaikan bahwa para ibu rumah tangga dari keluarga produktif memiliki potensi besar. Melalui program ini, mereka akan diberi pelatihan dan pendampingan komprehensif agar UMKM bisa naik kelas.
“Mereka nantinya akan diberi pelatihan dan pendampingan komprehensif agar UMKM bisa naik kelas,” ucapnya.
Menurut Astrid, program ini hadir dengan berbagai program pemberdayaan. Sebagai peserta Jawara UMKM Solo, para pelaku UMKM akan mendapatkan pelatihan, pendampingan, bahkan akses permodalan hingga ratusan juta rupiah.
Baca Juga : Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Mengembangkan Pola Kemitraan Bagi Pelaku Usaha Gula Semut
Astrid menjelaskan bahwa beragam program pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan akan diberikan kepada para UMKM yang tergabung dalam program inkubasi Jawara UMKM Solo. Program ini diharapkan bisa membantu dan mendampingi UMKM.
“Semua kami lakukan demi kemajuan Kota Solo serta kami mengajak kepada para stakeholder dari berbagai pihak perbankan, korporasi swasta, perusahaan BUMN, komunitas, dan tokoh masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat untuk berpartisipasi dalam program ini,” tutur Astrid.
Program ini didukung oleh Pemkot Solo melalui Dinkop UMKM dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memberi pendampingan bagi UMKM. Mulai dari tahap awal bimbingan mental, pembuatan produk, pengemasan, pemasaran, hingga promosi serta akses permodalan yang diperlukan oleh para UMKM.
Sumber : Klik Solo News

