
SuaraUMKM, Jakarta – Pada Sabtu (11/3/2023), Mangkunegaran bekerjasama dengan Katadata Indonesia dan Yayasan DNC menggelar Festival Kuliner Laras Hati di Pamedan Pura Mangkunegaran.
Sebanyak 10 kuliner khas Mangkunegaran dan 57 stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi daya tarik tersendiri dalam festival kuliner yang diadakan selama 2 hari ini (11-12 Maret 2023).
57 stan UMKM yang hadir dalam festival ini, menawarkan berbagai produk unik dan menarik seperti kerajinan tangan, pakaian, hingga produk makanan dan minuman khas daerah. Seluruhnya merupakan UMKM pilihan yang untuk festival kuliner ini.
Baca Juga : Kuliner Masih Menjadi Pilihan Usaha Favorit UMKM Binaan Wiranesia Foundation
Pada kesempatan tersebut, Mangkunagoro X menjelaskan bahwa Festival Kuliner Laras Hati Mangkunegaran merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Adeging Pura Mangkunegaran yang bertujuan untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat.
Acara Adeging Pura Mangkunegaran tidak hanya diperingati oleh keluarga dan abdi dalem Praja Mangkunegaran saja, tetapi juga oleh masyarakat luas. Festival kuliner ini sendiri diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Sebagai daerah yang kaya akan sejarah, Mangkunegaran juga memiliki kekayaan budaya dan kuliner yang patut dipromosikan. Terdapat 10 kuliner khas Mangkunegaran yang dapat dinikmati oleh pengunjung, seperti apam, kolak, nasi liwet dan masih banyak lagi.
Baca Juga : Workshop Demo Baking Tingkatkan Referensi Kuliner
Festival kuliner menjadi wadah untuk mempromosikan UMKM yang ada di sekitar area Mangkunegaran. Perwakilan dari beberapa pemerintah daerah di Jawa Timur yang dulunya merupakan bekas wilayah kekuasaan Pura Mangkunegaran.
Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan Adeging Pura Mangkunegaran tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat di sekitar Solo, tetapi juga bagi wilayah-wilayah terdekat yang pernah berhubungan dengan Mangkunegaran pada masa lampau.
Festival Kuliner Laras Hati Mangkunegaran juga menjadi salah satu upaya Pura Mangkunegaran dalam menjaga keberlangsungan dan memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan budaya Jawa kepada generasi muda.
Sumber : Solopos

