
SuaraUMKM, Jakarta – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) terus melakukan upaya pemberdayaan UMKM lewat gelar wicara bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) guna menyemarakkan HUT Ke-52 perusahaan itu.
Sekretaris Perusahaan Askrindo, Cahyo Hari Purwanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, mengatakan, sebagai lembaga penjaminan, termasuk penjaminan KUR, perseroan mempunyai misi untuk memberdayakan UMKM guna menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Ini kesempatan emas bagi para UMKM atau yang ingin membangun bisnis untuk bertemu dengan narasumber yang ada di sini. Askrindo sebagai lembaga penjaminan mendukung pemberdayaan UMKM bahkan yang grassroot (akar rumput) agar bergerak maju sehingga menjadi penggerak perekonomian di Indonesia,” kata Cahyo.
Talkshow atau gelar wicara dihadiri tiga narasumber yang kompeten dalam bidang bisnis yakni Business Maximiser Coach, Marketing Influencer, dan Face Reader Coach Yudi Candra, Pengelola Kegiatan dan Anggaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Komang Agung Wira Dharma, dan pelaku UMKM & Owner Peyek Nyai Yessi Callisa.
Pengelola Kegiatan dan Anggaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Komang Agung Wira Dharma memberikan siasat terkait masalah modal usaha yang kerap jadi tantangan UMKM.
Ia menyebut akses permodalan sudah dipersiapkan pemerintah melalui lembaga perbankan dan dijamin oleh lembaga keuangan non-perbankan seperti Askrindo.
“KUR itu mudah dan murah. Gampang mengajukannya dan murah karena ada subsidi bunga dari pemerintah. Suku bunga kecil di angka 6 persen dan supermikro 3 persen,” ujar Komang.
Di sisi lain, Business Coach Yudi Candra menjelaskan diperlukan rencana dan pertimbangan matang dalam membangun bisnis atau usaha.
“Di samping perencanaan, harus ada kontrol, selling process, and the people. Setelah memiliki perencanaan yang matang, kita juga harus mampu menerapkan kontrol penting seperti disiplin mengatur modal dan memperhatikan sumber modal,” ujar Yudi.
Sejalan dengan Yudi, Owner Peyek Nyai Yessi Callisa mengatakan aspek modal untuk legalitas usaha kerap dilupakan saat ingin membangun bisnis.
“Padahal, legalitas dapat membuka banyak peluang dan sangat penting untuk sebuah brand. Hal-hal seperti ini sering terlewat oleh para UMKM karena membutuhkan modal yang tidak sedikit,” ujar Yesi.
Sumber Informasi : Antaranews.com





