
SuaraUMKM, Jakarta – Ratusan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkumpul di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) untuk mengikuti Pameran AIRFEST YIA 2023. Kegiatan ini diadakan sebagai sarana promosi bagi produk-produk lokal UMKM ke pasar mancanegara.
Menurut General Manager YIA, Agus Pandu Purnama, Pameran AIRFEST YIA 2023 yang digelar di YIA bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk UMKM di DIY. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan UMKM dari berbagai wilayah di DIY dan berlangsung selama sepekan lebih dari tanggal 12-19 Maret 2023.
“Tentunya harapannya ini kan momen kebangkitan di 2023, kita tinggalkan memori masa lalu yang kena pandemi, jadi momentum ini lah yang kita gunakan. Kebetulan berbarengan dengan ulang tahun PT Angkasa Pura I,” terangnya seperti yang dilansir Harian Jogja.
Baca Juga : JIFFINA 2023, Tampilkan Produk Furnitur UMKM Lokal Berkelas Dunia
Melalui festival ini, diharapkan produk-produk UMKM di DIY dapat lebih dikenal dan terus berkembang. Sebagian produk yang dipajang dalam festival UMKM bahkan sudah diekspor sampai luar negeri, hal ini menunjukkan kualitas produk UMKM yang cukup baik dan mampu bersaing di pasar global.
Pandu juga mengungkapkan bahwa animo masyarakat dalam festival UMKM ini sangat tinggi. Tidak hanya minat yang tinggi dari para pelaku usaha, tetapi antusiasme para pengguna jasa bandara yang acap kali mampir melihat produk-produk UMKM.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Kabupaten Kulonprogo, Iffah Mufidati, mengungkapkan bahwa UMKM memiliki potensi untuk berkembang dan sebagian besar berada di sektor pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Daya serap UMKM terhadap lapangan kerja pun cukup besar.
Baca Juga : 50 UMKM Binaan JakPreneur Hadir di SME Creative Festival Angkasa Pura II
Bandara YIA yang melayani perkembangan domestik maupun internasional bisa menjadi media promosi dengan jaringan yang luas. Pameran UMKM yang digelar di YIA ini tentunya menjadi peluang untuk memasarkan produk-produk lokal DIY ke pasar mancanegara.
Iffah berharap melalui kegiatan ini, dapat membawa kemajuan bagi perekonomian masyarakat di DIY pada umumnya dan Kulonprogo pada khususnya. Sehingga nantinya akan berdampak positif bukan hanya bagi pelaku UMKM tetapi juga daerahnya.
“Semoga melalui kegiatan ini akan membawa kemajuan bagi perekonomian masyarakat di DIY pada umumnya dan Kulonprogo pada khususnya,” pungkasnya.
Sumber : Harian Jogja

