
Penulis : Basiran Esa Haryanto
SuaraUMKM, Jakarta – Selain sebagai Kader PKK dan Kader Posyandu di Dusun Ketig Desa Danasri Lor Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap, Ibu Maryati adalah seorang pelaku usaha mikro pengolahan pangan berbasis daun kelor. Berbagai olahan pangan seperti puding daun kelor, stik daun kelor, sayur bening daun kelor, tahu kriyik daun kelor, dan berbagai macam olahan lainnya yang berbahan daun kelor.
Awal memulai usaha olahan daun kelor, Ibu Maryati ini memang banyak hambatan dan tantangan. Namun dengan kegigihan dan keyakinannya, Ibu Maryati terus berusaha menyakinkan pada masyarakat bahwa daun kelor merupakan daun ajaib yang bisa bermanfaat untuk peningkatan ekonomi keluarga. Tentunya dengan cara diolah menjadi berbagai varian produk. Karena daun kelor memiliki banyak manfaat untuk kesehatan bagi manusia.

Hal ini telah di buktikan dengan memberikan makanan tambahan (PMT) kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan.
Kudapan diberikan secara tetatur pada beberapa balita yang memgalami pertumbuhan tersendat (stanting). Dengan pemberian makanan dari olahan daun kelor, ternyata secara berkala berat badan balita menjadi meningkat dratis.

Dari pengalaman pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis daun kelor tersebut muncul inovasi produk turunan daun kelor menjadi beberapa varian produk. Salah satu produk daun kelor yang sangat diminati konsumen adalah teh daun kelor dan tahu crispy daun kelor.
Beberapa konsumen yang mengalami keluhan kesehatan, mencoba membeli teh daun kelor racikan bu Maryati, Istri Bapak Kadus Dusun Ketig Desa Danasri Lor ini. Ternyata konsumen menjadi sembuh dari keluhan penyakit yang dideritanya. Dari konsumen sebagai konsumsi berkembang menjadi penjual ulang ( Resseler teh daun kelor )
Hingga saat ini Ibu Maryati dan Suami mengembangkan terus usaha teh daun kelornya. Bahkan telah telah didaftarkan pada Dinas Kesehatan dan memperoleh sertifikat ijin edar PIRT.
Selain ijin edar, Ibu Maryati juga mendaftarkan teh daun kelornya pada Lembaga Sertifikasi Halal.
Sekarang teh daun kelor Ibu Maryati juga dibranding dengan nama produk teh daun kelor Merr. Dari penjualan teh daun kelor yang di produksinya, Ibu Maryati sangat terbantu ikut meningkatkan ekonomi keluarganya. Sehingga beban ekonomi keluarga tidak terlalu berat.
Aktifitas keseharian Ibu Maryati selain sebagai Ibu Rumah Tangga, juga sebagai kader PKK dan pelaku usaha mikro sehingga kesibukannya sangat padat. Untuk itu Ibu Maryati masih kesulitan pada pemasaran produknya. Sehingga Ibu Maryati membuka peluang usaha penjualan teh daun kelor secara Direct Marketing melalui jaringan Resseler.
Saat ini Jaringan Reseler sudah tersebar di benerapa Daerah, namun jika ada yang berminat juga masih terbuka. Dengan cara menghubungi kontak berikut,
Semoga usaha Ibu Maryati dan keluarganya semakin maju dan sukses selamanya. Amiin.





