spot_img

Dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi, Indonesia Dorong UMKM Anggota G20 Untuk Manfaatkan Pasar Digital Global Sebaik Mungkin

Dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi, Indonesia Dorong UMKM Anggota G20 Untuk Manfaatkan Pasar Digital Global Sebaik Mungkin, Sumber : Istimewa

SuaraUMKM, Jakarta – Indonesia berupaya meningkatkan ekonomi digital dengan melibatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di negara-negara G20.

Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Indonesia barharap sebagai forum ekonomi global diharapkan G20 bisa mengembangkan tata kelola digital sehingga tangguh menghadapi ancaman krisis global akibat pandemi.

Alternate Chair Digital Economy Working Group (DEWG) Dedy Permadi Kamis (11/11) menyebut pada forum KTT G20, ada tiga isu mengenai transformasi dunia digital yang masuk dalam pembahasan.

Pertama konektivitas dan kedua pemulihan pascapandemi, ketiga literasi keterampilan digital, dan arus data lintas batas negara atau arus bebas data secara terpercaya.

Dedy menjelaskan, salah satu yang menarik dari pembahasan isu transformasi digital tersebut adalah sektor bisnis.

Indonesia akan memfasilitasi industri untuk saling bertemu dan konkret melakukan komitmen invetasi di sektor bisnis dunia digital.

Di bidang startup digital, salah satu hasil konkretnya adalah penyelenggaraan kegiatan bernama Digital Inovation Network.

Acara itu merupakan tempat bertemu antar startup di negara G20 dengan calon investor dalam upaya mendapatkan sumber pendanaan.

Dedy Permadi menyebutkan, dalam hal transformasi digital, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan digital yang signifikan.

“Ketika terjadi kontraksi ekonomi dengan pembatasan sosial. Transformasi digital jadi solusi untuk bertahan,” kata Dedy Permadi.

Negara-negara G20 memiliki forum Digital Economy Working Group (DEWG) untuk membahas secara khusus ekonomi digital dan transformasi digital di antara negara-negara G20.

Transformasi digital adalah salah satu dari tiga isu utama yang diangkat Indonesia dalam KTT G20 bersama isu transisi energi terbarukan dan arsitektur kesehatan global.

Saat ini jumlah UMKM di Indonesia total sudah mencapai sekitar 64 juta yang memberikan kontribusi sekitar 60% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

BACA JUGA :  DinkopUKM Medan Undang Puluhan Kecamatan Tuk Mengirimkan Pelaku UMKM Unggulan Dalam Ajang Bulan Layanan UMKM

Selama pandemi Covid-19, banyak UMKM yang mengalami keterpurukan namun dengan mereka cepat beralih dan menyesuaikan diri ke dunia digital.

Sebelum pandemi Covid-19, UMKM yang sudah digitaly onboard berjumlah 9 juta. Jumlah ini meningkat setelah pandemi menjadi 19 juta UMKM.

“Angka pertumbuhan yang cukup besar. Ini menunjukkan UMKM di Indonesia bisa memanfaatkan potensi trasformasi digital untuk bertahan di tengah pandemi,” tambah dia.

Meskipun demikian Indonesia masih perlu terus berjuang karena masih banyak UMKM yang belum digitaly onboard.

Jika melihat angka 19 juta dari total UMKM 64 juta, maka baru 29% UMKM yang digitaly onboard.

Padahal secara konkrit, Indonesia perlu menggarap sekitar 71% UMKM lainnya untuk bisa memanfaatkan peluang-peluang di ruang digital.

Untuk itu, Indonesia perlu mendiskusikan dan mencarikan solusi di forum G20 guna meningkatkan angka digitalisasi dunia UMKM.

“Tugasnya adalah bagaimana mendorong UMKM untuk bertahan bahkan bisa scaling up, memperluas usaha dari sisi kualitas dan kuantitas. Setelah melakukan scale up, maka dia bisa melakukan aksi go international. Tujuan kami adalah agar UMKM berdaya saing di level global,” kata Dedy Permadi
Di forum G20 ada tiga isu terkait transformasi dunia digital yang yang dibahas. Yaitu konektivitas dan pemulihan pascapandemi, literasi keterampilan digital, dan arus data lintas batas negara atau arus bebas data secara terpercaya.

Dedy menjelaskan, salah satu yang menarik dari pembahasan isu transformasi digital tersebut adalah sektor bisnis.

“Potensi startup digital di Indonesia sangat besar. Pasalnya Indonesia memiliki valuasi ekonomi digital senilai 40% dari total valuasi ekonomi digital di Asia Tenggara,” katanya.

Sumber informasi : kontan.co.id

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Perkuat Sektor UMKM, Pemkot Bengkulu Bagikan 50 Meja Portabel

BENGKULU - Upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan...

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Mizan Amanah

JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi...

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Gelar Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal...

BRI BO BRIlian Kunjungi Merchant, Penetrasi Pengunaan Mesin EDC

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia Branch Office Menara BRILiaN...