spot_img

Program Inkubasi Peruri Beri Pelatihan Dan Pembinaan, Untuk Siapkan UMKM Yang Ingin Naik Kelas

Program Inkubasi Peruri Beri Pelatihan Dan Pembinaan, Untuk Siapkan UMKM Yang Ingin Naik Kelas, Sumber : Istimewa

SuaraUMKM, Jakarta – Peruri menyelenggarakan Graduation Ceremony bagi UMKM yang terdaftar dalam program Digital Entrepreneur Academy di Bandung, pada Jumat (28/10).

Program yang dimulai sejak 12 Agustus 2022 ini memberikan bantuan pendanaan kepada 16 UMKM.

Program inkubasi, pembinaan, dan pendampingan bagi UMKM ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta kapabilitas dalam menghadapi era industri 4.0.

Sebanyak 25 UMKM yang bergerak di bidang food, fashion, dan craft/kerajinan ikut dalam program ini. Selama 10 pekan, para peserta dibekali pengetahuan secara intensif untuk mengembangkan usahanya.

Ke depan, seluruh UMKM akan didampingi untuk dipantau perkembangannya, terutama untuk mengukur efektivitas hasil inkubasi.

Ratih Sukma Pratiwi, Kepala Biro Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Peruri mengatakan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional karena menyerap tidak kurang dari 95 persen tenaga kerja.

“Sehingga kami merasa perlu memberikan pendampingan dan pembinaan agar terus maju dan naik kelas,” kata Ratih Sukma dalam keterangannya, Selasa (1/11).

Dukungan Peruri ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang selaras dengan Sustainable Development Goals nomor delapan, yaitu menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dalam acara ini, Peruri menganugerahkan 5 UMKM terbaik yang telah mengikuti proses inkubasi dengan baik serta progress peningkatan omzet yang signifikan dan 2 UMKM terfavorit.

Kelima UMKM terbaik masing-masing diberikan reward berupa fasilitas pendirian CV, Sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Sertifikat Halal dan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Mereka yang mendapat pengharagaan itu, yakni SALAKU dan Vikhan Food untuk kategori food, Paduzzee dan Jefri Galery Bambu untuk kategori craft, dan Kriti by Lusy untuk kategori fesyen.

BACA JUGA :  Pemkot Tangerang Gelar Pelatihan Upscalling Capacity Camp 2022 Bagi Pelaku UMKM

Sementara itu, UMKM terfavorit dinobatkan kepada Gemilang Snack untuk kategori food dan Raffaella untuk kategori fesyen.

Selain peningkatan omzet, penilaian lainnya adalah peningkatan taktik strategi branding, pengurusan legalitas dan sertifikasi usaha, konsep usaha yang lebih terstruktur (business plan strategy).

Kemudian, terciptanya inovasi produk, peningkatan hasil program digital (engagement, penjualan di market place, brand awareness pada media sosial dan pasar digital).

“Rangkaian kegiatan inkubator bisnis yang diselenggarakan Peruri menggunakan metode 3B yaitu Business Approach, Business Opportunity dan Bussiness Acceleration,” tutur Ratih Sukma.

Sumber : Jpnn.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...

BRI Bekasi Siliwangi Meriahkan CFD di GOR Patriot Bareng BRImo

BEKASI - BRI terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan...

Optimalkan Layanan & Pengembangan Bisnis, BRI KCP Cibitung Relokasi Kantor ke MM2100

CIBITUNG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...