spot_img

Wiranesia Launching Digipreneur 2.0, Ayo Ambil Bagian Jadi Penggerak UMKM Digital

Launching Digipreneur 2.0 Wiranesia Inkubator.

SUARAUMKM.COM, Jakarta – Setelah lama ditunggu kalangan UMKM, akhirnya Wiranesia Foundation resmi merilis acara Launching Digipreneur 2.0 di Mula Galeria, Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Pada Selasa (7/6/2022). Event ini sekaligus merupakan roadshow perdana Wiranesia setelah liburan Idul Fitri tahun 2022.

Diketahui sejak 18 Juli 2021, Wiranesia Foundation telah melakukan program Sertifikasi UMKM Digital yang disebut sebagai DIGIPRENEUR secara gratis dengan metode inkubasi.

Pola pembelajaran dan penilaian dilakukan secara mandiri, dimana pelaku UMKM dapat menilai kemampuan dirinya sendiri dan menimba keilmuan sesuai dengan kebutuhannya untuk membentuk mental, pola pikir, dan perilaku kewirausahaan digital untuk diterapkan kedalam usahanya agar naik kelas.

Dr. Faransyah Jaya, SE, MSF, ACC biasa disapa Coach Faran selaku pendiri Wiranesia Foundation dalam paparannya bertajuk ‘UMKM Digital Pasca Pandemi’ kembali menekankan pentingnya UMKM untuk go digital.

Pelaku UMKM yang telah mengikuti tahapan pelatihan dan pendampingan dalam tahapan Wira Edu, akan diberikan E-Sertifikat Digipreuner secara gratis. Selanjutnya, pemegang sertifikat Digipreneur diharapkan bisa menjadi mentor untuk program yang sama berikutnya.

“Digipreneur 2.0 akan menjadi awal dari bola salju yang lebih besar untuk membawa UMKM Indonesia go digital dan naik kelas. Saya mengajak pelaku UMKM untuk berperan aktif memanfaatkan momentum yang tepat untuk mendorong kemajuan UMKM pasca pandemi berkepanjangan,” pungkas Coach Faran.

Event Launching Digipreneur 2.0 di buka dengan sesi perkenalan oleh mitra teknologi Wiranesia anatara lain Bakulio, Ginee, Starchain, Anteraja, Nokia dan Borong Indonesia.

Para mitra Wiranesia mengaku senang dan siap mensukseskan program Digipreneur 2.0, guna memulihkan perekonomian Indonesia pasca pandemi terutama di sektor UMKM.

Hal tersebut diungkapkan oleh Aga Nugraha, Strategic Demand Partnership Borong Indonesia, perusahaan startup yang berinduk di Malaysia.

BACA JUGA :  Segmen Kelas Mikro Mendominasi UMKM Binaan Wiranesia Foundation

“Borong Indonesia memiliki Community Marketplace, sebuah platform niaga yang ditujukan bagi komunitas UMKM untuk dapat menjangkau pasar yang lebih luas dengan akses commerce mandiri,” ungkap Aga Nugraha.

Event Launching Digipreneur 2.0 dihadiri oleh 40 pelaku UMKM yang juga memamerkan dan menjual produknya pada sesi Mini Bazar. Mereka mengaku hadir untuk mengetahui detil program Digipreneur 2.0 sambil mengikuti bazar.

“Di program digipreneur, setelah dapat pelatihan lalu kita akan jadi mentor. Pengalaman baru buat saya. Biasanya taunya hanya masak dan jualan aja,” kata ibu Irene pemilik usaha Kajupi Snack.

Selain sesi puncak yakni pemaparan Program Digipreneur 2.0, event juga diisi dengan sesi Coaching Clinic oleh para Coach Wiranesia dan perkenalan portal media SuaraUMKM.Com.

Seperti diketahui, Wiranesia Foundation adalah sebuah organisasi think tank yang didirikan oleh Dr. Faransyah Agung Jaya, SE, MSF, ACC untuk menciptakan dan menjalankan Ekosistem dan Platform UMKM naik kelas berbasis digital dan sosial demi membangun ekonomi kerakyatan berbasis desa menuju masyarakat Indonesia yang maju dan sejahtera bersinergi dengan para pemangku kepentingan disetiap Kabupaten dan Kota di Indonesia.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Harapan Kolaborasi dengan Danantara, KOPMANTARA Perkuat Ekosistem Usaha Pengusaha Muda

SuaraUMKM, Jakarta, 6 Februari 2026 – Koperasi Pengusaha Muda...

Ajak Gaya Hidup Ramah Lingkungan, BRI Menara BRILiaN Hadirkan Mesin RVM

JAKARTA - Salah satu cabang BRI yaitu Menara BRILiaN...

Terima Kunjungan Siswa, BRI Lebak Bulus Kenalkan Dunia Perbankan Sejak Dini

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Lebak Bulus...

Logo UMKM Bukan Sekadar Gambar:7 Prinsip Dasar Agar Brand Melekat di Ingatan Konsumen

Penulis: Eri Febriyanti Logo UMKM sering dianggap sekadar gambar penghias...