spot_img

Ekspor Perdana Kopi Excelsa Wonosalam, Gubernur Jatim: Kaum Muda Harus Kembangkan Komoditas Unggulan

Prosesi Pelepasan Ekspor Kopi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah
Foto: Gubernur Jawa Timur, Khofifah melepas Ekspor Kopi Excelsa ke Negeri Jiran.

SUARAUMKM, Jombang – Pelepasan perdana 12 ton kopi Excelsa komoditas khas Wonosalam oleh Gubernur Khofifah di depan Kantor Koperasi Wonosalam Jombang, Selasa Siang (10/5/2022).

Pelepasan ekspor produk kopi tersebut merupakan tindak lanjut dari MOU ID SEED dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada September 2021.

Turut mengawal business matching Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Budi Hanoto bersama Bupati Jombang, Mundjidah Wahab.

Acara diawali dengan penandatanganan kontrak pengiriman kopi dilakukan antara Rubath Kopi Jombang dan PT. Indo Samudra Ekspor sebagai agregator dan eksportir.

Selanjutnya, pemecahan kendi dan kibaran bendera di depan truk trailer pengangkut menjadi penanda pelepasan ekspor kopi Excelsa ke Negeri Jiran.

Melihat potensi besar komoditas kopi Jawa Timur, Gubernur Khofifah kembali mengajak kaum muda mengembangkan komoditas unggulan tersebut.

Ekspor perdana kopi Excelsa Wonosala ini diinisiasi oleh para generasi muda di Jombang.

“Saya ingin mengajak anak-anak muda yang memiliki passion masuk di sektor perkebunan, terutama kopi karena pasarnya bagus. Apalagi Excelsa yang ditanam di sini ini termasuk jenis yang cukup favorit di pasar dunia,” kata Gubernur Khofifah.

Gubernur Jatim menegaskan pentingnya memiliki semangat untuk berwirausaha dan mengembangkannya. Ditambah lagi dengan adanya support luar biasa dari berbagai pihak, termasuk para Diaspora.

“Inisiasi anak muda dengan bimbingan dan pembinaan dari Bank Indonesia dan tentu dari pemerintah kabupaten, menjadi bagian yang penting untuk membangun jejaring pasar luar negeri, melalui jaringan Diaspora seperti ID SEED” ucapnya.

Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa Jawa Timur memiliki daerah unggulan penghasil kopi Excelsa, yaitu di Wonosalam Jombang, lereng Gunung Wilis Madiun, dan lereng Gunung Ijen.

Ia menuturkan bahwa proses budidaya kopi jenis Excelsa menjadikannya unik karena terbilang cukup lama. Butuh waktu 5 tahun, mulai ditanam sampai bisa dipanen.

BACA JUGA :  4 Fakta Mengenai  BLT UMKM 600 Ribu, Cair Usai Lebaran

Selain termasuk favorit di pasar dunia, produksi kopi jenis excelsa ini hanya 7% di seluruh dunia. Sehingga, ia melihat besarnya peluang pangsa pasar kopi Excelsa ke depannya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Budi Hanoto menyampaikan bahwa keberhasilan melakukan ekspor kopi Excelsa asal Wonosalam Jombang ini adalah salah satu bentuk model bisnis End to End.

Ia menuturkan bahwa BI telah melakukan pendampingan terhadap UMKM produsen kopi Excelsa Wonosalam ini sejak tahun 2019.

“Mulai dari pengadaan bibit, cara tanam bagaimana teknologi menanamnya juga bantuan alat dan sebagainya sampai akhirnya di hilirnya,” kata Budi Hanoto.

Budi mengatakan, sinergi institusinya bersama Pemprov dan Pemkab, juga dinas dan OPD terkait akhirnya berbuah kesuksesan sehingg mecapai tahapan ekspor perdana dengan volume 12 ton.

Selain pendampingan mulai proses tanam dan produksinya, BI juga memberikan pendampingan business matching yang mempertemukan antara demand and supply.

Sesuai dengan isi MOU ID SEED dengan Pemprov Jawa Timur, yaitu mendorong produk unggulan UMK masuk pasar global.

“Ekspor perdana ini diharapkan dapat berlanjut dan bisa memenuhi pasar negara lainnya seperti Amerika dan Turki. Konsistensi dan komitmen pelaku UMKM harus dijaga dari sisi kualitas dan kontinuitas produksi”, Ira menjelaskan.

Sementara itu, perwakilan UMKM Rubath Kopi Jombang produsen Kopi Excelsa Wonosalam, Wiknyo Susandi, menyampaikan rasa syukurnya.

Ia menuturkan, UMKM binaan asosiasi kopi wonosalam yang sebenarnya terbentuk dari kelompok ngaji atau majlis ilmu agama, yang diberi amanah untuk mendirikan suatu usaha melalui Rubath Kopi Jombang.

“Agar setiap orang yang minum kopi Rubath Kopi Jombang tak hanya tenang hatinya juga tenang pikirannya. Dari segelas kopi, kami berharap bisa terjalain silaturrahim. Kami memang anak-anak muda desa, tapi kami memiliki mimpi untuk mendunia,” kata Wiknyo.

BACA JUGA :  Lebaran Bekasi 2023 Dorong Pertumbuhan UMKM Kabupaten Bekasi

Diketahui, Pejabat lain yang turut hadir dalam acara pelepasan ekspor tersebut antara lain Direktur PT. Indo Samudra Ekspor Yohanes Putra Kusuma, Camat Wonosalam Haris Aminudin, Ketua Asosiasi Kopi Wonosalam Endrias Bambang.

selain itu, Hadir mendampingi Gubernur Jatim Ka. Disperindag Prov. Jatim, Ka. Koperasi dan UKM Prov. Jatim, Ka. Disbun Prov. Jatim, Karo Perekonomian Setda Prov. Jatim.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Perkuat Sektor UMKM, Pemkot Bengkulu Bagikan 50 Meja Portabel

BENGKULU - Upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan...

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Mizan Amanah

JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi...

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Gelar Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal...

BRI BO BRIlian Kunjungi Merchant, Penetrasi Pengunaan Mesin EDC

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia Branch Office Menara BRILiaN...