spot_img

Riset INDEF : UMKM Rajai E-Commerce Namun Produk Impor Mendominasi Pasar

Meski UMKM mendominasi di marketplace, namun kebanyakan yang dijual adalah barang impor. (Freepik/rawpixel)
Meski UMKM mendominasi di marketplace, namun kebanyakan yang dijual adalah barang impor. (Freepik/rawpixel)

SuaraUMKM, Jakarta – Menurut riset dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), sebanyak 98,05 persen gerai di e-commerce dikuasai oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau setara dengan 12.784 toko UMKM.

Riset juga menunjukkan bahwa hanya ada sekitar 3,8 persen produk lokal yang dijual di UMKM di marketplace. Ini berarti, para penjual UMKM lebih memilih untuk menjual produk ternama atau barang impor. Hal ini terjadi meski UMKM mendominasi di marketplace.

Baca Juga : 5 Platform E-commerce ini Bisa Bantu UMKM untuk Tingkatkan Bisnis

Menanggapi hal ini, Direktur Continuum INDEF, Omar Abdillah, mengatakan bahwa dominasi barang impor di marketplace ini mengakibatkan tidak adanya proses added value untuk mengembangkan bahan dasar menjadi barang yang lebih bernilai.

“Perlu diingat, meski toko-toko e-commerce didominasi UMKM, tapi barang yang dijual UMKM didominasi produk besar atau barang-barang impor, jadi enggak ada proses added value mengembangkan bahan dasar ke yang lebih bernilai lagi,” katanya di Gambir Trade Talk di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (21/3).

Selain itu, gerai UMKM di e-commerce masih terpusat di Pulau Jawa. Hal ini disebabkan karena diperlukannya akses internet dan teknologi yang memadai. Menurut Omar, fasilitas tersebut belum sepenuhnya tersedia di daerah-daerah lain di Indonesia.

“Toko-toko UMKM di e-commerce didominasi di pulau Jawa, 92,7 persen. Jadi lagi-lagi Jawa sentris masih terjadi di sini karena internet harus memadai, logistik harus murah, perang harga dan lainnya, maka masih berputar di sekitar Jawa,” jelasnya.

Baca Juga : Hasil Riset PT Amartha Menunjukan Bahwa UMKM Indonesia Siap Hadapi Gejolak Ekonomi Makro

Omar menyoroti bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar produk UMKM menjadi pemimpin pasar di marketplace. Meskipun UMKM mendominasi e-commerce, namun produk yang dijual masih didominasi oleh produk ternama dan impor.

BACA JUGA :  Indonesia dan Jepang Perluas Kemitraan UMKM

“Oleh karenanya, perlu kombinasi dari data yang tepat, rekomendasi, dan analisis dari para pakar, serta pengalaman dan pengetahuan para pembuat keputusan di Kementerian untuk tujuan bersama UMKM menjadi raja di marketplace lokal,” pungkasnya.

Sumber : Kumparan

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Jumat Berkah, BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

JAKARTA - Semangat berbagi kembali digaungkan BRI. Kali ini...

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...

BRI Bekasi Siliwangi Meriahkan CFD di GOR Patriot Bareng BRImo

BEKASI - BRI terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan...