spot_img

BI Purwokerto Terus Mendorong Literasi Keuangan Bagi Pelaku UMKM Lokal

BI Purwokerto Terus Mendorong Literasi Keuangan Bagi Pelaku UMKM Lokal, Sumber : Istimewa

SuaraUMKM, Jakarta – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto terus berupaya meningkatkan literasi keuangan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya yang berada di wilayah Banyumas Raya.

“Salah satu upaya yang kami lakukan, yakni dengan menggelar Talkshow Pembiayaan UMKM bertema ‘UMKM Maju, Modal No Issue’ sebagai bagian dari Road To Karya Kreatif Serayu (KKS) 2023 dan Bursa KUKM Jawa Tengah 2023,” kata Kepala KPw BI Purwokerto Rony Hartawan di arena kegiatan Bursa Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Jateng 2023, kompleks Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu.

Ia yang juga didapuk sebagai seorang narasumber talkshow mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mendorong pemahaman masyarakat khususnya UMKM terkait solusi kendala permodalan melalui pembiayaan dari lembaga keuangan formal.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah praktisi sebagai narasumber agar informasi yang disampaikan lebih mudah diterima masyarakat,

Dalam hal ini, narasumber lainnya terdiri atas Direktur Bisnis Dana Jasa dan UMKM Bank Jateng Irianto Harko Saputro, Deputi Bisnis Pegadaian Area Purwokerto M Aries Aviani, dan Pujianto selaku pelaku UMKM unggulan Banyumas.

“Lewat talkshow ini, masyarakat Jawa Tengah juga akan memperoleh informasi terkait kebijakan terkini pemerintah dalam mendorong kapabilitas UMKM, antara lain kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan digitalisasi ekonomi dan keuangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rony mengatakan secara umum, jumlah UMKM di Jawa Tengah pada tahun 2022 tercatat sebanyak 1,45 juta pelaku UMKM aktif dan menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah UMKM terbanyak ke-2 setelah Jawa Barat.

Menurut dia, skala tersebut kemudian menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi yang perlu memperoleh perhatian dalam pengembangan UMKM dan peningkatan literasi keuangan yang saat ini masih berada di level 49,7 persen.

BACA JUGA :  Terungkap, inilah cara untuk memaksimalkan platform digital untuk dongkrak bisnis UMKM

“Urgensi peningkatan literasi keuangan ini tidak lepas dari upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lewat inklusi keuangan,” tegasnya.

Ia mengatakan Bank Indonesia juga telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 yang selanjutnya disempurnakan melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah.

Dalam peraturan tersebut, kata dia, Bank Indonesia mewajibkan bank-bank untuk semakin meningkatkan porsi kredit kepada UMKM terhadap total kredit yang disalurkannya.

Menurut dia, peraturan tersebut selanjutnya juga memerlukan dukungan terkait kemudahan akses pembiayaan atau kredit kepada masyarakat khususnya UMKM.

“Hal tersebut seiring dengan adanya tantangan berupa kendala pengajuan kredit atau pembiayaan yang masih banyak dialami oleh UMKM,” jelasnya.

Ia pun mencontohkan kendala pengajuan kredit yang dialami UMKM karena adanya kendala teknis seperti ketidakcukupan agunan dan kendala nonteknis berupa kesenjangan informasi antara lembaga keuangan dan UMKM, keterbatasan informasi data UMKM potensial yang valid dan akurat yang dapat diakses oleh lembaga keuangan, serta ketersediaan laporan keuangan UMKM yang belum memadai.

Sumber Informasi : Antaranews.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Dorong Kedaulatan Ekonomi Rakyat, BRI Menara BRILiaN Berpartisipasi di Seminar Nasional Kopdes Merah Putih

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

Jumat Berkah, BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

JAKARTA - Semangat berbagi kembali digaungkan BRI. Kali ini...

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...