spot_img

UMKM yang Bergabung OVO dan Grab Ciptakan 1 Juta Lowongan Kerja Baru

Mukbang di Hajatan UMKM 2023: Dari kiri, Hamish Daud, Bella Tanesia, Teten Masduki, Budi Karya Sumadi, Neneng Goenadi, Yulius Antoni, Ananda Omesh, dan Benyamin Davnie (6/8/2023). (Dok. Grab)
Mukbang di Hajatan UMKM 2023: Dari kiri, Hamish Daud, Bella Tanesia, Teten Masduki, Budi Karya Sumadi, Neneng Goenadi, Yulius Antoni, Ananda Omesh, dan Benyamin Davnie (6/8/2023). (Dok. Grab)

SuaraUMKM, Jakarta – Dalam setahun terakhir, lebih dari setengah juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah bergabung dengan platform Grab dan OVO, serta berhasil menciptakan lebih dari satu juta lapangan kerja baru.

Data dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Utara mencatat pertumbuhan yang signifikan dalam usaha mikro dalam beberapa tahun belakangan.

Saat ini, sektor usaha mikro bahkan telah mencapai angka 385.212, jumlah yang jauh melampaui usaha kecil dengan hanya 24.909, dan menengah yang berjumlah 12.915.

Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan sumbangan berarti yang telah diberikan oleh pelaku UMKM, Grab dan OVO mengadakan Hajatan UMKM 2023, acara yang didukung sepenuhnya oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Republik Indonesia.

Rangkaian acara ini adalah bagian dari peringatan Hari UMKM Nasional yang akan tiba pada tanggal 12 Agustus mendatang, dan digelar di Fresh Market, Bintaro, Tangerang Selatan.

Melalui Hajatan UMKM 2023, Grab memberikan kesempatan istimewa bagi puluhan pelaku UMKM dari berbagai kota seperti Jabodetabek, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan, untuk mempromosikan produk-produk unggulan mereka.

Baca Juga : 86 UMKM Hadirkan Produk Unggulan di Gernas BBI-BBWI

Selain mengadakan bazar dan pameran produk UMKM yang menarik, para pengunjung Hajatan UMKM 2023 juga akan diberi hiburan berupa pertunjukan seni, area permainan keluarga, dan sesi olahraga bersama.

“Saya menyambut baik inisiatif Grab dan OVO yang terus mendukung dan memfasilitasi UMKM untuk melakukan transformasi digital. UMKM memiliki posisi dan peran strategis dalam perekonomian Indonesia dengan kontribusi PDB Indonesia sebesar 61 persen dan menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen,” jelas Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki, yang antusias mengikuti sesi makan kuliner khas Nusantara, bersama Mukbangers ternama dan tokoh publik di tengah-tengah acara.

BACA JUGA :  Sosialisasi Dan Pelatihan PaDi UMKM Di Jakarta Creative Hub Bersama Binaan Jakpreneur, 2 Januari 2023

Data dari Kemenkop UKM RI mencatat bahwa lebih dari 22 juta pelaku UMKM telah bergabung dengan ekosistem digital, dan pada tahun 2023, targetnya adalah mengintegrasikan 24 juta UMKM dalam ekosistem serupa.

Menanggapi pencapaian tersebut, Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, menyatakan Grab dan OVO #PercayaUMKM Indonesia dan kami tetap berkomitmen mendukung pemerintah dalam mencapai target digitalisasi 30 juta UMKM pada tahun 2024.

Berbagai inisiatif akan terus diterapkan untuk membantu kemajuan UMKM dalam mengembangkan bisnisnya. Salah satu contohnya adalah program pelatihan digital di aplikasi GrabMerchant, dan hadirnya portal informasi terpadu melalui akun Instagram @GrabMerchantID.

Baca Juga : Tingkatkan Daya Saing, 50 UMKM Cimanggis Dibekali Ilmu Digital Marketing

Salah satu pelaku UMKM yang telah sukses memperluas bisnisnya dan membuka lapangan kerja baru setelah beralih ke ranah digital adalah Ayam Bakar dan Soto Betawi Bu Titin.

“Kami memulai bisnis di 2018 dan beralih ke online lewat Grab di 2020. Omzet kami meningkat signifikan dan hingga sekarang kami sudah memiliki puluhan karyawan di empat cabang. Selain melayani orderan online, pelanggan yang datang langsung ke outlet juga makin dimudahkan, karena pembayarannya bisa pakai QRIS dan OVO. Sekarang, hampir 90 persen transaksi pembelian langsung sudah pakai digital,” tutur Titin Juherni dan Adi Nugraha pemilik Ayam Bakar dan Soto Betawi Bu Titin.

Kisah sukses juga datang dari Hamit Bangun Sasmito, pemilik Geprek Penyet Mbak Warni.

“Lewat berjualan online, kini saya bisa membuka cabang di lokasi yang strategis dan merekrut pemuda sekitar yang putus sekolah dan akhirnya menganggur. Usaha saya juga semakin dikenal banyak orang dan mengalami peningkatan pendapatan lebih dari dua kali lipat per harinya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Berminat menjadi penulis artikel atau reportase berita UMKM ?

Namun, semangat untuk mendorong digitalisasi tidak hanya terbatas pada pelaku UMKM di sektor kuliner. Grab dan OVO terus mendorong digitalisasi di kalangan pedagang pasar tradisional.

“Lebih dari ribuan pedagang pasar telah berhasil bergabung melalui GrabMart Pasar di 26 kota di seluruh Indonesia,” pungkas Neneng.

Sumber : Antara News

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Optimalkan Layanan & Pengembangan Bisnis, BRI KCP Cibitung Relokasi Kantor ke MM2100

CIBITUNG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

BRI Bekasi Harapan Indah Gelar Sosialisasi Pencegahan & Penanggulangan Kebakaran

BEKASI - Dalam rangka mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran,...

BRI BO Warung Buncit – Poltek Imipas Teken Kerjasama Layanan Perbankan

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO)...

Bentuk Kepedulian, BRI Bogor Dewi Sartika Salurkan TJSL di Beberapa Titik

BOGOR - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bogor Dewi...