spot_img

Ini 3 Kendala yang Sering di Alami UMKM NTB

Meski memiliki peran yang tak tergantikan dalam ekonomi di NTB, UMKM di provinsi ini masih mengalami kendala sebagaimana juga terjadi di daerah lain. (Dok. Istimewa)
Meski memiliki peran yang tak tergantikan dalam ekonomi di NTB, UMKM di provinsi ini masih mengalami kendala sebagaimana juga terjadi di daerah lain. (Dok. Istimewa)

SuaraUMKM, Jakarta – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang tak tergantikan dalam membangun fondasi ekonomi Indonesia. Namun, di balik hal tersebut, tak jarang UMKM menghadapi berbagai kendala yang mempengaruhi kelangsungan bisnis mereka, terutama dalam aspek pemasaran, kemasan, dan modal usaha.

Dua cerita UMKM kuliner dari NTB yakni Kerupuk Telur Asin Mong Gelemong Dasan Cermen Mataram dan Kelompok Usaha Mekar Sari Bangkit Batu Putih Sekotong menggambarkan dengan jelas usaha untuk mengatasi kendala-kendala ini.

Rukiyah, Ketua Kelompok Usaha Mekar Sari Bangkit Batu Putih Sekotong, mengungkapkan salah satu kendala utama yang dihadapi oleh UMKM-nya, yaitu kesulitan dalam mendapatkan kemasan yang diperlukan.

Baca Juga : Pemprov NTB dan NFH Malaysia Jalin Kerjasama Perkuat Penjualan Produk UMKM

“Kami sering menghadapi kesulitan dalam membeli kemasan karena kami harus mencarinya di luar daerah Sekotong,” ungkap Rukiyah.

Letak geografis Sekotong yang terpencil di ujung Lombok Barat menjadi penghalang utama, membuat Rukiyah terkadang harus berpergian jauh dan menempuh puluhan kilometer hanya untuk memperoleh kemasan.

”Kalau di Mataram banyak dan ada juga rumah kemasan jadi mudah. Kalau kami kadang harus stok dan kalau kosong tidak bisa melakukan pengemasan,” jelasnya.

Baca Juga : Go Global, Produk UMKM NTB Segera Dipasarkan di Mall Malaysia

Kendala serupa juga dihadapi oleh Sriati, pemilik Kerupuk Telur Asin Mong Gelemong Dasan Cermen Mataram. Sriati mengungkapkan bahwa masalah modal merupakan hambatan besar dalam mengembangkan usahanya.

“Saat ini, langkah pertama yang saya tekankan adalah mengumpulkan modal sebelum melakukan ekspansi usaha,” tutur Sriati.

Walau menghadapi kendala dalam pemasaran, kemasan, dan modal usaha, semangat dan kegigihan kedua UMKM di NTB ini tidak pernah surut. Dalam hal pemasaran dan produksi, mereka mendapat dukungan penuh dari keluarga.

BACA JUGA :  Pameran UMKM dan Ekonomi Kreatif 2023 Sleman Meriah, Hadirkan 70 Stan

Sumber : Lombok Post

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Perkuat Sektor UMKM, Pemkot Bengkulu Bagikan 50 Meja Portabel

BENGKULU - Upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan...

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Mizan Amanah

JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi...

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Gelar Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal...

BRI BO BRIlian Kunjungi Merchant, Penetrasi Pengunaan Mesin EDC

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia Branch Office Menara BRILiaN...