
SuaraUMKM, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus berupaya memperkenalkan produk lokal NTB ke pasar global. Melalui kerja sama dengan manajemen Mall di Selangor, Malaysia, Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Provinsi NTB akan dipasarkan di salah satu pusat perbelanjaan yang khusus mempromosikan produk UMKM dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah, mengungkapkan bahwa Strand Mall di Malaysia akan menjadi tempat penjualan produk UMKM dari NTB. Peluang ini memberikan potensi besar bagi Provinsi NTB, terutama dalam mencari pasar untuk produk-produk UMKM lokal.
Melalui kunjungan Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB, Bunda Niken menjelaskan bahwa mereka hanya bertanggung jawab untuk mendesain toko di Strand Mall, sementara penjualan akan ditangani oleh rekan-rekan di Malaysia.
Baca Juga : Sebanyak 350 UMKM Siap Ramaikan Pameran MXGP Samota 2023
“Produk yang akan dijual nantinya bervariasi. Tidak hanya satu jenis. Misalnya kerajinan, olahan makanan, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Keberadaan pasar ini akan memudahkan konsumen untuk memperoleh produk asli dari NTB. NTB Mall akan menjadi entitas yang bergerak di pasar tersebut, sehingga proses perizinan akan lebih mudah dilakukan atas nama NTB Mall.
Selain itu, program ini juga akan memanfaatkan pekerja migran yang ada di Malaysia untuk membantu mempromosikan produk-produk tersebut. Mereka akan berperan sebagai pemasar dan sebagai pengimpor utama atas nama NTB Mall.
Baca Juga : Pemkab Sumenep Tes Produk Pelaku UMKM ke Malaysia
“Mereka bisa jadi marketingnya juga dan sebagai yang mengimpor secara besar atas nama NTB Mall,” jelasnya.
Bunda Niken menegaskan bahwa harga produk yang akan dipasarkan tidak akan mengalami kenaikan sehingga tetap terjangkau. Namun, setelah produk di pajang di Strand Mall, harga akan disesuaikan dengan kondisi pasar di Malaysia.
“Harganya juga sama tidak ada kenaikan atau pengurangan. Mungkin nanti di sana saja akan menyesuaikan dengan biaya pasar Malaysia,” pungkasnya.
Sumber : NTB Satu





