
Pemerintah, suaraumkm
Jakarta, 16 Oktober 2026 – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah
Kalimantan tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan lingkungan, tetapi juga
memukul telak keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Gangguan logistik, keterbatasan mobilitas masyarakat akibat kabut asap tebal, hingga
penurunan daya beli mengancam ketahanan ekonomi daerah.
Menanggapi situasi tersebut, Pakar UMKM dan Kewirausahaan sekaligus Founder &
CEO Wiranesia Foundation, Faransyah Jaya atau biasa dikenal Coach Faran menilai
penanganan dampak karhutla tidak boleh hanya berfokus pada mitigasi bencana fisik,
tetapi juga harus mencakup mitigasi ekonomi bisnis kerakyatan.

“Saat kabut asap melumpuhkan aktivitas harian, omzet UMKM sektor kuliner, ritel,
hingga kerajinan daerah ikut merosot drastis. Tanpa intervensi cepat, kita berisiko
menghadapi gelombang penurunan daya saing bagi para pelaku usaha di tingkat
tapak,” ujar Coach Faran dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Guna menjaga stabilitas ekosistem kewirausahaan di daerah terdampak bencana,
Coach Faran merekomendasikan tiga langkah strategis bagi pemerintah dan pemangku
kepentingan, di antaranya:
1. Pemberian Relaksasi Keuangan dan Restrukturisasi Kredit

Mendesak otoritas keuangan dan perbankan untuk memberikan penundaan
pembayaran atau penyesuaian bunga pinjaman bagi UMKM terdampak karhutla.
2. Akselerasi Transisi ke Model Bisnis Digital

Mendorong pelaku usaha memanfaatkan platform digital dan ekosistem e-commerce
untuk menjaga arus kas ketika interaksi fisik terbatas akibat polusi asap.
3. Penguatan Kewirausahaan Hijau (Green Entrepreneurship)

Mendorong kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat lokal untuk
mengembangkan produk UMKM berbasis pengelolaan lahan gambut yang ramah
lingkungan guna mencegah pembakaran lahan berulang.
Coach Faran menegaskan keberlanjutan UMKM di daerah rawan bencana merupakan
pilar penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Melindungi usaha mereka di tengah krisis
iklim adalah bentuk nyata menjaga ketahanan nasional,” tutupnya.





