
SuaraUMKM, Jakarta – Di balik aroma gurih kuah bakso dan kenyalnya tahu bakso yang meleleh di mulut, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu rumah tangga yang tak sekadar menjual makanan, tapi menghadirkan kehangatan dalam setiap suapan. Inilah Meat Story, merek kuliner rumahan asal Bekasi yang kini menjelma menjadi favorit banyak kalangan—dari keluarga sibuk, mahasiswa di kosan, hingga pelaku usaha kuliner yang cari produk berkualitas.
Berawal dari dapur kecil di Griya Asri Wika Blok A3 no.3, Hilda Puspita Pratyaharani memulai langkahnya hanya dengan satu hal: keyakinan bahwa usaha kecil yang dikerjakan dengan hati bisa tumbuh besar. Tanpa modal besar, tanpa alat canggih, ia meracik bakso dari nol sambil mengasuh anak di rumah. Tapi siapa sangka, dari usaha yang tampak sederhana itu, lahirlah sebuah brand yang hari ini dikenal karena satu hal: “Rasanya daging banget!”
> “Saya cuma ingin orang-orang bisa makan bakso yang enak, bersih, praktis, tapi tetap terasa seperti buatan rumah sendiri,”
> ujar Hilda, penuh semangat.

Dari Kompor Rumahan ke UMKM Favorit Nasional
Dengan semangat pantang menyerah, Meat Story berhasil lolos ke Top 350 PF Preneur 2024, dan bahkan menjadi UMKM favorit pilihan coach. Pencapaian ini tentu bukan datang tiba-tiba. Hilda terus mengasah kualitas, menambah kapasitas produksi, hingga menyusun sistem yang rapi dari ujung rasa sampai ke layanan pelanggan.

Bakso dan tahu baksonya pun jadi solusi ideal bagi banyak segmen:
- Ibu rumah tangga: Butuh lauk praktis dan aman untuk keluarga.
- Anak kos & pekerja sibuk: Makanan enak tinggal rebus, tak sampai 5 menit.
- Pecinta kuliner unik: Varian keju dan kuah khas yang bikin nagih.
- Pelaku UMKM Horeka: Produk bulk berkualitas, siap dihidangkan atau dijual ulang.
- Pembeli aktif di media sosial: Sering berburu promo dan hampers spesial.

Ketika Produk Bercerita, Pasar Mendengar
Lebih dari sekadar menjual makanan, Meat Story membawa nilai lebih: cerita, kualitas, dan kedekatan. Mereka hadir di Instagram dengan konten yang engaging, melayani pesanan hampers custom untuk berbagai momen, dan menjaga komunikasi hangat dengan para pelanggan.
“Meat Story itu bukan cuma soal produk. Kami ingin orang merasa seperti makan di rumah sendiri. Ada cerita, ada rasa, dan ada hati yang kami berikan di setiap kemasan,” kata Hilda.

Coach Faran: “Kualitas adalah Pondasi, Skala akan Mengikuti”
Kisah Meat Story pun mendapat perhatian dari Coach Faran, pendiri Wiranesia Inkubator, sebuah ekosistem pendampingan yang telah membantu ribuan UMKM naik kelas. Ia mengapresiasi bagaimana Meat Story tumbuh dari bawah dengan prinsip yang benar.
“Meat Story adalah contoh nyata UMKM yang naik kelas karena tidak pernah kompromi soal mutu. Skala hanyalah akibat dari kualitas dan kedekatan dengan pelanggan.”
>Coach Faran, Founder Wiranesia Inkubator.
Wiranesia Inkubator sendiri aktif membina UMKM di seluruh Indonesia lewat pelatihan, kurasi produk, mentoring bisnis, hingga kolaborasi strategis.
Yuk, Cicipi Cerita Dagingnya!
Kalau kamu suka bakso yang dagingnya berasa banget, mudah dimasak, dan aman buat seluruh keluarga, maka Meat Story wajib masuk ke daftar belanja harianmu.
- Pesan di Tokopedia: [tk.tokopedia.com/ZSkarpofJ](https://tk.tokopedia.com/ZSkarpofJ)
- Instagram: [@id.meatstory](https://www.instagram.com/id.meatstory)
- Email: [id.meatstory@gmail.com](mailto:id.meatstory@gmail.com)
- WA: 0856-9770-4019





