
SuaraUMKM, Jakarta – Penggunaan teknologi dan transformasi digital telah membuka peluang baru bagi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa hingga bulan Juni 2023, lebih dari 22,68 juta unit UMKM telah memanfaatkan ekosistem digital untuk mendukung bisnis mereka.
Perjalanan menuju transformasi ini dimulai sejak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) diperkenalkan pada tahun 2020. Menurut Menteri Luhut, langkah ini telah memberikan dampak positif dengan peningkatan signifikan dalam belanja pemerintah untuk produk-produk dalam negeri.
“UMKM jadi memiliki peluang untuk mendapatkan pasar pemerintah,” kata dia dalam Harvesting Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Festival Karya Kreatif Benuanta di Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (20/8) seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga : Kucurkan Rp2M, Google Bantu Kejar Target 30 Juta UMKM Go Digital
Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa Gernas BBI telah berhasil mendorong peningkatan belanja pemerintah pada produk-produk UMKM. Selain itu, ia juga mendorong seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk aktif dalam e-katalog lokal dan berupaya untuk mendukung produk-produk dalam negeri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meskipun tercatat pertumbuhan yang menggembirakan, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa terdapat dua tantangan utama yang masih menghambat perkembangan UMKM di Tanah Air, yaitu akses ke pasar dan pembiayaan.
“Gernas BBI kiranya dapat menjawab tantangan tersebut. Pemerintah daerah juga harus memberikan pendampingan yang berkelanjutan, tidak berhenti di satu event,” kata dia.
Lebih lanjut, Menkomarves Luhut menegaskan bahwa pentingnya pembinaan untuk membantu para pelaku UMKM agar dapat menjalin kerja sama dengan mitra pembiayaan yang berkualitas.
Baca Juga : Banyak UMKM Belum Memahami Pajak Perdagangan Digital
“Terus bermitra dengan BI, OJK dan seluruh mitra pembiayaan. Buka pelatihan untuk meningkatkan UMKM menjadi bankable,” kata Luhut.
Tidak dapat dipungkiri bahwa UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Data dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) menunjukkan bahwa kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 60,3% pada tahun 2022. Selain itu, UMKM juga menjadi pilar utama dalam menyerap tenaga kerja dengan menyumbang sekitar 97% dari total angkatan kerja di Indonesia.
Berdasarkan informasi dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), terungkap bahwa hingga tanggal 1 Juli 2023, komitmen belanja produk-produk dalam negeri di provinsi tuan rumah, Kalimantan Utara, mencapai angka yang mengesankan, yaitu sekitar Rp 1,21 triliun atau sekitar 95,3% dari total anggaran daerah.
Sumber : Katadata





