
Penulis : Candra Winata Alamsyah
SuaraUMKM, Jakarta – Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan dan Wiranesia Foundation baru-baru ini mengumumkan kolaborasi mereka dalam membangun program Activistpreneur untuk para anggota KNPI di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk mencetak para aktivis menjadi seorang entrepreneur dan membantu impian pemerintah Indonesia dalam menghadapi bonus demografi pada tahun 2045.
Ryano menyatakan bahwa KNPI akan memastikan bahwa bonus demografi ini tidak akan menjadi boomerang demografi bahkan bencana demografi. Hal ini diungkapkannya dalam rapat terbatas antara KNPI dan Wiranesia Foundation. Ryano mengatakan bahwa program Activistpreneur akan melakukan gebrakan besar dalam mencetak para aktivis menjadi seorang entrepreneur.

Coach Faran, pendiri Wiranesia Foundation, sangat mengapresiasi program ini dan menganggapnya sebagai langkah maju dari organisasi kepemudaan seperti KNPI dalam memajukan UMKM di Indonesia. Faran berharap program ini dapat dimulai dari anggota KNPI terlebih dahulu yang nantinya akan terlibat dalam membesarkan UMKM di Indonesia.
Program Activistpreneur batch pertama akan memiliki tiga jenis program yaitu Activistpreneur Go Digital untuk UMKM pemula, Activistpreneur Scale Up untuk UMKM, dan Activistpreneur Incubator untuk UMKM yang sudah memiliki badan usaha. Program ini akan membuka kepesertaan untuk 10.000 anggota KNPI.
Ketika ditanya mengenai kapan program ini diluncurkan, Ryano hanya menjawab “Tunggu tanggal mainnya”. Ia berjanji bahwa program ini akan melakukan gebrakan besar untuk membantu roda perekonomian nasional.
KNPI dan Wiranesia Foundation berharap bahwa program Activistpreneur dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja di Indonesia dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui UMKM yang berkembang.





