spot_img

Setelah Ramadan, Pelaku UMKM Kerupuk Ikan Kepulauan Riau Mulai Bangkit

Salah satu produk UMKM di Riau adalah makanan ringan yakni kerupuk. Kerupuk ini banyak diproduksi oleh warga lokal secara tradisional, dengan bahan dasar di antaranya adalah ikan. (Detikcom/Rafida Fauzia)
Salah satu produk UMKM di Riau adalah makanan ringan yakni kerupuk. Kerupuk ini banyak diproduksi oleh warga lokal secara tradisional, dengan bahan dasar di antaranya adalah ikan. (Detikcom/Rafida Fauzia)

SuaraUMKM, Jakarta – Pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada beberapa tahun lalu sangat berdampak terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk bagi para pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Begitu juga dengan para pelaku UMKM di Kabupaten Karimun, seperti pengusaha kerupuk, jajanan, ternak ayam, dan lain-lain.

Salah satu pelaku UMKM Karimun yang terdampak adalah pengusaha kerupuk ikan Bona. Usahanya hampir bangkrut akibat pembatasan aktivitas selama pandemi COVID-19 sehingga produksi kerupuk ikan Bona turun drastis sejak pandemi COVID-19 melanda dunia pada tahun 2020.

“Kemarin saya terpaksa menjual satu unit mobil untuk bertahan hidup dan berproduksi terus,” ujar Bona.

Baca Juga : Pabrik Pengalengan Kepri Jadi Solusi Bagi UMKM Menembus Ekspor

Namun, pada tahun 2023 ini, usaha pengusaha kerupuk ikan Bona mulai kembali bergeliat. Bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1444H/2023M yang cukup banyak pesanan kerupuk ke usahanya. Pesanan tidak hanya berasal dari kebutuhan lokal di Karimun, tetapi juga dari luar daerah seperti Pekanbaru dan beberapa daerah lainnya.

“Alhamdulillah, dibanding tahun lalu, tahun ini sudah lumayan banyak orderan. Sebab, kita setiap hari melakukan produksi,” ungkap Bona.

Untuk terus bertahan, pengusaha kerupuk ikan Bona membuat inovasi-inovasi baru selain produk utamanya, kerupuk ikan Bona. Beberapa inovasi baru antara lain pembuatan kerupuk jengkol, kerupuk ikan tongkol, ceker ayam, kacang kering, dan kerupuk ikan yang mentah.

Baca Juga : Pelaku UMKM Asal Batam Siap Adaptasi Sistem Pembayaran QRIS Antarnegara

Meskipun sudah ada beberapa inovasi baru, Bona masih berharap agar pemerintah bisa membantu dalam pemasaran yang lebih luas lagi.

“Selama ini, kita yang melakukan promosi maupun pemasaran langsung keluar daerah. Harapan saya kepada pemerintah, bantu pemasaran yang lebih luar lagi,” harapnya.

BACA JUGA :  Digitalisasi, Kunci Untuk UMKM di Gianyar Bangkit Setelah Pandemi

Produk kerupuk ikan Bona mendapat apresiasi dari masyarakat, terbukti dengan Ika, salah seorang warga Karimun, yang membeli kerupuk ikan Bona untuk dijadikan oleh-oleh khas Karimun dan dibagikan kepada sanak saudaranya yang berada di luar Karimun.

“Enak kerupuknya, harganya cukup terjangkau. Buat keluarga aja, kebetulan saya pulang ke Medan untuk beraktivitas lagi,” ucapnya.

Sumber : Batam Pos

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

BRI Bekasi Siliwangi Meriahkan CFD di GOR Patriot Bareng BRImo

BEKASI - BRI terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan...

Optimalkan Layanan & Pengembangan Bisnis, BRI KCP Cibitung Relokasi Kantor ke MM2100

CIBITUNG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

BRI Bekasi Harapan Indah Gelar Sosialisasi Pencegahan & Penanggulangan Kebakaran

BEKASI - Dalam rangka mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran,...

BRI BO Warung Buncit – Poltek Imipas Teken Kerjasama Layanan Perbankan

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO)...