spot_img

Sasar Perhotelan, Kaltim Fasilitasi 10 Pelaku UMKM Tingkatkan Jaringan Pemasaran Produk

Acara Business Matching dan Matchmaking Komoditas Hasil Perkebunan di Hotel Mercure Samarinda. (Kaltimtoday/Defrico)
Acara Business Matching dan Matchmaking Komoditas Hasil Perkebunan di Hotel Mercure Samarinda. (Kaltimtoday/Defrico)

SuaraUMKM, Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan sektor ekonomi, terutama dalam dunia Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Timur (Kaltim) memfasilitasi 10 pelaku UMKM binaannya bertemu dengan pihak industri perhotelan.

Kegiatan Business Matching dan Matchmaking Komoditas Hasil Perkebunan yang berlangsung di Hotel Mercure Samarinda ditujukan untuk memperluas jaringan pemasaran UMKM. Selain itu juga memberi kesempatan pada pelaku UMKM untuk berkontribusi dalam industri perhotelan melalui produk unggulan masing-masing.

Marinda Asih Ramadhaniah, Analis Kebijakan Muda Sub Koordinator Promosi dan Pemasaran di Dinas Perkebunan Kaltim, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya sebatas bantuan, tetapi juga pemberian kesempatan bagi pelaku UMKM untuk tumbuh melalui kerjasama dengan sektor perhotelan.

“Kami berusaha membantu mencarikan tempat untuk menjualkan produk mereka. Salah satunya di industri perhotelan,” ungkapnya pada Senin (14/8/2023) di Hotel Mercure Samarinda.

Baca Juga : BI Kaltim Lakukan Pendampingan Pada 158 Pelaku UMKM Tembus Pasar Global

Dalam lingkup kolaborasi ini, Disbun Kaltim telah menjalin kerjasama dengan 20 hingga 30 mitra UMKM yang menjadi binaannya, dengan 17 di antaranya telah menandatangani kesepakatan dengan berbagai industri di Kalimantan Timur.

“Melalui acara ini, kami menggaet mitra kami sebanyak 10 pelaku UMKM terbaik. Karena, dari sisi kontinuitas produk, kemasan, hingga produksinya sudah mempuni untuk dipasarkan,” ujarnya.

Dalam mendukung sektor perhotelan, Disbun Kaltim secara selektif memilih 10 pelaku UMKM yang memproduksi barang seperti lada, kopi, aren, dan minyak kelapa. Hal ini dilakukan untuk memastikan produk UMKM menjadi bahan baku berkualitas bagi industri perhotelan.

“Di restoran hotel pasti membutuhkan bahan baku ya. Kami menawarkan 10 UMKM kami, siapa tahu dilirik oleh dunia industri tersebut, hingga terjadi MoU,” jelasnya.

BACA JUGA :  Sebanyak 300 Pelaku UMKM Ikuti Perluasan Jejaring Bisnis Dan Perluas Wawasan Pasar Global Halal Di Negeri Jiran

Baca Juga : Kisah UMKM Samarinda Tembus Ekspor dari Event Promosi Pemkot

Namun, kolaborasi ini bukan hanya sebatas bisnis semata. Marinda juga memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM yang hadir di acara tersebut. Ia menekankan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk dalam menghadapi perubahan pasar.

“Pesan saya, mental pelaku UMKM ini harus kuat. Namanya juga bisnis, pasti ada naik dan turunnya. Tetap semangat, tingkatkan kualitas produknya, kami selalu siap memfasilitasi mereka dari segi promosi, hingga ke penjualannya,” pungkasnya.

Di lain pihak, Ruslan, salah satu pelaku UMKM dari Kelompok Tani Agrowisata Goa Taman Buah Mandiri, mengapresiasi langkah Disbun Kaltim dalam menciptakan kesempatan baru.

“Alhamdulillah, melalui acara ini, pelaku UMKM mendapatkan peluang untuk memperluas jaringan bisnis dengan industri perhotelan dan mempromosikan produk kopi kami,” tuturnya.

Sumber : Kaltim Today

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Tidak Harus Punya Modal Besar! Cara Menemukan Ide Bisnis dari Pekerjaan dan Keahlian Anda

Series Employee-Preneur - Bagian 4 | tidak harus langsung...

Respons Ancaman MSCI, Coach Faran Dorong UMKM Jadi Patriot Bursa dan Perkuat Investor Lokal

suaraumkm, Jakarta, 23 Oktober 2026 – Isu potensi reklasifikasi...

Dampak Karhutla Kalimantan Ancam Usaha Lokal, Pakar UMKM Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Bencana kebakaran hutan dan...

Punya Mimpi Bisnis, tetapi Takut Gagal? Kenali 5 Ketakutan yang Menghambat Karyawan Menjadi Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 3 : Jangan Menunggu Sampai...