spot_img

Program Road BIG, Cara Pemkot Bekasi Promosikan UMKM

Talkshow Bekasi Investment Gathering yang dihadiri oleh Kepala DPMPTSP Kota Bekasi, Dicky Irawan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Yayan Yuliana, Kepala Bidang Perdagangan Disdagperin, Nurbaiti, serta Kepala Kadin Kota Bekasi, Gunawan. (Dok. Teropong Indonesia)
Talkshow Bekasi Investment Gathering yang dihadiri oleh Kepala DPMPTSP Kota Bekasi, Dicky Irawan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Yayan Yuliana, Kepala Bidang Perdagangan Disdagperin, Nurbaiti, serta Kepala Kadin Kota Bekasi, Gunawan. (Dok. Teropong Indonesia)

SuaraUMKM, Jakarta – Pada tanggal 2 Agustus 2023, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Terpadu (DPMPTSP) mengadakan talkshow yang dihadiri oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bekasi. Acara ini merupakan bagian dari Program Road To Bekasi Investment Gathering (BIG) yang bertujuan untuk meningkatkan nilai investasi di wilayah kota ini.

Talkshow tersebut dihadiri oleh Kepala DPMPTSP Kota Bekasi, Dicky Irawan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Yayan Yuliana, Kepala Bidang Perdagangan Disdagperin, Nurbaiti, serta Kepala Kadin Kota Bekasi, Gunawan, yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini.

Bekasi Investment Gathering dilaksanakan di Balai Patriot Pemkot Bekasi dengan tujuan utama mempromosikan UMKM Kota Bekasi agar nilai investasi di wilayah ini dapat meningkat. UMKM di Kota Bekasi unggul terutama dalam bidang kuliner dan kerajinan, dengan produk-produknya yang telah berhasil masuk ke perusahaan dan ritel swasta besar.

Para pembicara secara bergantian menyampaikan berbagai program kerja yang telah dilakukan dalam rangka pengembangan UMKM serta memberikan pengarahan terkait langkah-langkah yang perlu diambil oleh para pelaku usaha untuk dapat bersaing dengan produk-produk unggulan lainnya.

Baca Juga : Bea Cukai Bekasi Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Dorong Pemberdayaan UKM dan IKM

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Yayan Yuliana, menjelaskan bahwa program Road to BIG ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan promosi bagi para pelaku UMKM yang telah bergabung di dinasnya. Dengan promosi yang lebih luas, diharapkan produk-produk UMKM Kota Bekasi dapat dikenal lebih luas di pasaran sehingga mampu menciptakan daya saing yang sejajar dengan produk-produk unggulan lainnya.

“Kurang lebih ada terdapat 1640 UMKM di Kota Bekasi baik skala kecil, sedang, dan besar. Ini secara langsung menjadi tantangan bagi Kota Bekasi sekaligus peluang besar bagi kita pemerintah untuk memandu, memfasilitasi, dan memberikan modal demi pengembangan UMKM Kota Bekasi,” ujar Yayan.

BACA JUGA :  Roadshow Wiranesia 2023 Dimulai di Pondok Jaya Depok

Yayan juga menjelaskan bahwa beberapa produk UMKM Kota Bekasi sudah berhasil masuk ke dalam ritel modern, termasuk di antaranya adalah Indomaret, Alfamart, Superindo, bahkan produk-produk tersebut telah merambah ke pasar internasional, seperti IKEA. Hal ini menandakan keberhasilan promosi dan turut membawa nama Kota Bekasi dikenal lebih luas di dunia usaha.

Baca Juga : Yayasan Wiranesia dan Apindo Bersatu Dorong Pertumbuhan UMKM Indonesia

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagperin Kota Bekasi, Nurbaiti, juga memaparkan kesuksesan program unggulan yang telah dilakukan, yaitu Pameran Dagang Lokal dan Nasional di Batam dan Bali. Program ini bertujuan untuk mempertemukan para pelaku usaha dari skala kecil, menengah, hingga besar dengan para investor.

“Dalam acara tersebut kami juga membantu sertifikasi teman-teman UMKM dan kami melakukan pembinaan terkait bidang expor. Kami hanya berperan sebagai fasilitator bagi para UMKM, namun kerja keras, keberhasilan, dan kesuksesan yang diperoleh dalam acara datang dari teman-teman UMKM,” jelas Nurbaiti

Tak hanya fokus pada pengembangan UMKM, Pemerintah Kota Bekasi juga telah menyiapkan berbagai program untuk menanggulangi angka pengangguran di wilayahnya. Salah satunya adalah dengan mengadakan pengarahan dan pelatihan bagi para mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan tingkat perguruan tinggi, guna membantu mereka membangun usaha sendiri.

Sumber : Teropong Indonesia

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Dampak Karhutla Kalimantan Ancam Usaha Lokal, Pakar UMKM Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Bencana kebakaran hutan dan...

Punya Mimpi Bisnis, tetapi Takut Gagal? Kenali 5 Ketakutan yang Menghambat Karyawan Menjadi Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 3 : Jangan Menunggu Sampai...

Gaji Aman, Masa Depan Belum Tentu: Mengapa Karyawan Perlu Memiliki Penghasilan Kedua?

Series Employee-Preneur - Bagian 2 : Jangan Hanya Mengandalkan...

Masih Jadi Karyawan, Sampai Kapan? Saatnya Mulai Berpikir Seperti Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 1: Dari Karyawan Menjadi Pengusaha...