
Suaraumkm, Jakarta – Setelah mengetahui kondisi bisnis melalui Business Check Up dan memahami kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan melalui SWOT, langkah berikutnya adalah menentukan strategi.
Bagi sebagian pelaku UMKM, strategi bisnis terdengar seperti sesuatu yang rumit. Padahal, strategi sebenarnya bisa dimulai dari pertanyaan sederhana: siapa yang ingin kita layani, apa yang kita tawarkan, berapa harganya, bagaimana pelanggan mendapatkannya, dan bagaimana kita membuat mereka tertarik untuk membeli?
Lima hal tersebut dapat dirangkum dalam pendekatan 5P Strategy: People, Product, Price, Place, dan Promotion.

Memulai dari People
Strategi sebaiknya dimulai dari orang yang akan membeli produk kita.
Memahami People berarti mengetahui siapa pelanggan utama, apa kebutuhannya, bagaimana kebiasaan belanjanya, dan alasan mereka memilih sebuah produk.
Semakin jelas pelanggan yang dituju, semakin mudah bisnis menentukan langkah berikutnya.

Kemudian Perkuat Product
Setelah mengetahui pelanggan, lihat kembali Product yang ditawarkan.
Apakah produk benar-benar menjawab kebutuhan mereka? Apa manfaat utamanya? Dan apa yang membuat produk tersebut berbeda?
Produk tidak harus selalu berbeda secara drastis dari pesaing. Yang penting, pelanggan memiliki alasan yang jelas untuk memilihnya.

Tentukan Price yang Sehat
Berikutnya adalah Price.
Harga bukan hanya angka yang ditempel pada produk. Di dalamnya terdapat biaya produksi, operasional, margin keuntungan, sekaligus pertimbangan mengenai kemampuan pelanggan membayar.
Harga yang tepat harus membuat produk tetap menarik bagi pelanggan sekaligus menjaga bisnis tetap sehat.

Pastikan Place Mudah Dijangkau
Produk yang bagus dengan harga yang tepat tetap akan sulit terjual jika pelanggan kesulitan mendapatkannya.
Karena itu, Place berkaitan dengan bagaimana dan di mana pelanggan dapat membeli produk.
Apakah melalui toko fisik, WhatsApp, marketplace, media sosial, reseller, atau kombinasi beberapa saluran?
Pilih saluran yang paling sesuai dengan kebiasaan pelanggan dan kemampuan bisnis Anda.

Terakhir, Promotion
Setelah produk siap dan mudah ditemukan, pelanggan perlu mengetahui keberadaan dan manfaatnya.
Di sinilah Promotion berperan.
Promosi bukan sekadar membuat konten atau memberikan diskon. Yang lebih penting adalah menyampaikan nilai produk kepada orang yang tepat melalui cara yang tepat.

Lima P yang Saling Terhubung
Kelima unsur tersebut sebenarnya tidak berdiri sendiri.
Ketika pelanggan berubah, produk mungkin perlu disesuaikan. Ketika biaya meningkat, harga perlu dievaluasi. Ketika kebiasaan pelanggan berubah, saluran penjualan mungkin perlu diperbarui. Begitu pula cara melakukan promosi.
Karena itu, 5P sebaiknya tidak digunakan sebagai daftar yang hanya diisi sekali. Gunakan sebagai kerangka untuk melihat bisnis secara menyeluruh dan mengevaluasi strategi secara berkala.
Tidak perlu langsung mengubah semuanya. Pilih satu bagian yang paling membutuhkan perhatian, kemudian mulai lakukan perbaikan.
Strategi yang baik bukan strategi yang paling rumit, tetapi strategi yang sesuai dengan kondisi bisnis, kebutuhan pelanggan, dan mampu dijalankan secara konsisten.
Setelah memahami 5P, langkah berikutnya adalah mengubahnya menjadi rencana yang lebih konkret.
Besok, kita akan mulai menyusun langkah sederhana agar strategi bisnis tidak berhenti sebagai rencana, tetapi benar-benar bisa dijalankan.

Sudah Siap Menentukan Strategi Bisnis?
Sebelum menentukan bagian mana yang perlu diperbaiki, penting untuk mengetahui terlebih dahulu kondisi bisnis Anda saat ini.
Jika belum melakukan Business Check Up, yuk luangkan beberapa menit untuk mengevaluasi bisnis Anda.
Hasilnya bisa menjadi titik awal untuk menentukan prioritas dan strategi yang lebih tepat.
Kenali kondisi bisnis Anda hari ini, tentukan prioritasnya, lalu mulai perbaiki satu langkah demi satu langkah.





