spot_img

Produk Impor Marak, Pelaku UMKM Beralih ke E-Commerce

Baju import bekas masih banyak diminati di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (8/7/2023). (Media Indonesia/Adam Dwi)
Baju import bekas masih banyak diminati di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (8/7/2023). (Media Indonesia/Adam Dwi)

SuaraUMKM, Jakarta – Pelaku Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) selalu berusaha untuk menemukan berbagai cara menghadapi persaingan sengit dari produk impor. Salah satu contoh dari hal ini dilakukan oleh Ifrizah, seorang pelaku UMKM di bidang konveksi, yang telah berhasil memasarkan produk-produknya melalui fitur live di platform e-commerce.

“Jadi tiap pagi, ada tim saya yang khusus live, mengupayakan gimana caranya untuk mengoptimalkan platform Shopee dulu,” ujar Ifrizah, Selasa (1/8/2023).

Dalam menjalankan bisnisnya, Ifrizah memilih untuk fokus pada satu platform e-commerce daripada membuka toko di banyak platform lainnya. Selain menyediakan sesi live untuk memperkenalkan produknya, dia juga memberikan insentif berupa voucher gratis ongkos kirim bagi pembelian tertentu.

Baca Juga : Pelaku UMKM di Cibaduyut Mencoba Bertahan di Tengah Krisis

“Saat ini, kami berusaha keras untuk menghadirkan sesi live produk dan memberikan voucher, termasuk penawaran bebas ongkos kirim untuk pembelian dengan jumlah minimal tertentu,” jelas Ifrizah.

Upaya yang dilakukan Ifrizah mulai membuahkan hasil yang menggembirakan. Dia menceritakan bahwa ada konsumen yang saat melakukan check-out tidak hanya membeli satu produk saja, tetapi langsung membeli hingga lima produk sekaligus. Sesi live ini juga berhasil memancing minat calon pembeli untuk melihat-lihat produk lain yang ditawarkan.

“Misalnya aku live-nya hari ini untuk celana, basanya sih customer itu akan membuka tokoku dan melihat isinya apa aja, itu kan menurutku mancing konsumen juga,” tutur Ifrizah.

Baca Juga : UNJ Latih Puluhan UMKM di Desa Pasirtanjung Mengenai E-Commerce

“Dari situ mereka akhirnya mau mencoba, ‘saya beli kemejanya’ atau ‘kayaknya lucu couple sama ayah sama anak, celana sama kemeja bisa couple. Jadi, kebanyakan yang order itu pasti lebih dari satu produk,” tambahnya.

BACA JUGA :  MenkopUKM mendorong pelaku UMKM bermitra dengan korporasi dalam konsep rantai pasok industri

Lebih lanjut, dalam menghadapi gempuran produk impor, Ifrizah berharap pemerintah dapat menyusun aturan dan regulasi yang lebih jelas. Pelatihan juga dianggap sangat penting dalam mendorong kemajuan UMKM.

“Menurut saya pribadi pemerintah itu harus mengadakan sosialisasi terhadap masyarakat yang mempunyai minat bakat di bidang e-commerce. Di mana mereka itu diajarkan dengan biar bisa bersaing secara sehat. Terus juga bisa menumbuhkan jiwa IT-nya itu (agar) bisa bersaing dengan teman-teman yang lain, jadi biar nggak ketinggalan,” harap Ifrizah.

Sumber : Investor

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Perkuat Sektor UMKM, Pemkot Bengkulu Bagikan 50 Meja Portabel

BENGKULU - Upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan...

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Mizan Amanah

JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi...

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Gelar Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal...

BRI BO BRIlian Kunjungi Merchant, Penetrasi Pengunaan Mesin EDC

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia Branch Office Menara BRILiaN...