
SuaraUMKM, Jakarta – Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, saat ini mencatat hampir 30 ribu pelaku usaha UMKM yang sedang aktif mengembangkan usaha mereka. Dalam jumlah tersebut, puluhan pelaku usaha kecil telah berhasil menembus pasar modern dan menjadikan produk mereka sebagai komoditas ekspor yang menjanjikan.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menyatakan bahwa potensi UMKM di wilayah tersebut semakin berkembang pesat dari hari ke hari. Pihaknya terus mendorong pertumbuhan UMKM dan memperluas pasar yang dapat dijangkau oleh mereka.
Baca Juga : Resmi Dibuka, Pameran Gunungkidul Expo 2023 Diikuti 100 UMKM
“Dari jumlah tersebut, setidaknya ada 40 produk unggulan karya UMKM Gunungkidul sudah menembus pasar modern dan menjadi komoditas ekspor,” kata Sunaryanta, saat meninjau Pameran produk UMKM bertajuk Gunungkidul Expo 2023, pada Jumat (26/05/2023) sore, di Taman Budaya Gunungkidul (TBG).
Sunaryanta berharap bahwa produk-produk UMKM Gunungkidul tidak hanya dikonsumsi oleh pasar lokal. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui Gunungkidul Expo 2023, diharapkan produk-produk tersebut dapat merambah pasar nasional maupun internasional.
“Terlebih sektor UMKM ini menjadi salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul,” pungkas Sunaryanta.
Baca Juga : Mulai Direnovasi, Eks Hotel Mutiara Bakal Jadi Sentra Baru UKM
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menyampaikan bahwa pameran produk UMKM yang berlangsung mulai tanggal 26 hingga 30 Mei 2023 mendapat dukungan dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY.
“Di sini, lebih dari 100 pelaku UMKM menjadi peserta pameran. Kami ingin memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk menjual produk-produk mereka,” kata Kelik.
Kelik mengungkapkan bahwa jumlah peserta dalam pameran Gunungkidul Expo 2023 ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kegiatan serupa tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, hanya sekitar 70 peserta pelaku UMKM yang berpartisipasi.
Sumber : tv One News





