spot_img

Ini Daftar Marketplace Andalan Pelaku UMKM di Tahun 2023

Ilustrasi marketplace. (Freepik/rawpixel.com)
Ilustrasi marketplace. (Freepik/rawpixel.com)

SuaraUMKM, Jakarta – Pandemi telah mengubah perilaku konsumen dan berdampak signifikan pada berbagai sektor usaha. Pelaku usaha tidak memiliki pilihan lain kecuali beradaptasi dengan transformasi digital untuk menjalankan kegiatan penjualan mereka.

Moda penjualan yang sebelumnya mengandalkan pertemuan tatap muka telah berubah menjadi penjualan secara fleksibel dengan bantuan teknologi. Di Indonesia, penggunaan internet untuk penjualan dan promosi usaha menjadi semakin intensif guna meningkatkan pendapatan dan memperluas jangkauan penjualan.

Baca Juga : Berkat Marketplace, Pengrajin Kuningan Ini Berhasil Tembus Pasar Luar Negeri

Menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terkait penggunaan internet oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan korporasi pada tahun 2023, hampir 95 persen usaha di Indonesia telah menggunakan internet sebagai salah satu sarana penjualan. Mayoritas penggunaan internet oleh pelaku usaha ini mencapai 6-10 jam per hari.

Marketplace Andalan UMKM dan Korporasi, 2023. (Sumber : APJII)
Marketplace Andalan UMKM dan Korporasi, 2023. (Sumber : APJII)

Responden survei menyatakan bahwa mereka menjual dan memasarkan produk melalui berbagai platform marketplace yang ada di Indonesia. Tokopedia menjadi marketplace pilihan utama dengan presentase 73,73 persen, diikuti oleh Lazada dengan presentase 38,81 persen.

Meskipun pada tahun 2022 menjadi pemimpin pasar, tahun ini Shopee harus puas menduduki posisi ketiga dengan presentase 34,33 persen. Dua marketplace lainnya yang berada di posisi berikutnya adalah Blibli dengan presentase 12,54 persen, dan Olx dengan presentase 5,97 persen. Dalam survei ini, responden diperbolehkan memilih lebih dari satu marketplace.

Baca Juga : Tips Sederhana Agar Bisnis Online Kamu Diminati Pembeli

Perputaran ekonomi di dalam marketplace Indonesia menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan. Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Bima Laga, memprediksi nilai transaksi e-commerce di tingkat nasional akan mencapai Rp 572 triliun pada tahun ini.

BACA JUGA :  Turut Ramaikan Ajang G20, Pertamina Perluas Pasar UMKM Binaannya Menuju Pasar Mancanegara

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat telah merasa nyaman melakukan transaksi online, meskipun masa pandemi secara perlahan telah berakhir.

“Masih banyak potensi pasar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku e-commerce nasional,” kata Bima.

Sumber : GoodStats

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Setelah Business Check Up, Apa yang Harus Diperbaiki? Kenali Strategi 5P untuk UMKM

SuaraUMKM, Jakarta - Setelah melakukan Business Check Up, mungkin...

Business Check Up: Sudah Sehatkah Bisnis UMKM Anda?

Pada artikel sebelumnya, kita membahas bahwa UMKM naik kelas...

Kenapa Banyak UMKM Sulit Naik Kelas? Coba Cek 5 Pondasi Bisnis Ini

Banyak pelaku UMKM menganggap naik kelas berarti omzet harus...

Dorong Kedaulatan Ekonomi Rakyat, BRI Menara BRILiaN Berpartisipasi di Seminar Nasional Kopdes Merah Putih

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...