spot_img

Kalahkan Sushi, Pempek Salah Satu Seafood Terenak di Dunia

Pempek, makanan khas dari Palembang menempati peringkat empat mengalahkan Sushi dalam daftar makanan seafood terenak di dunia. (Dok. TasteAtlas.com)
Pempek, makanan khas dari Palembang menempati peringkat empat mengalahkan Sushi dalam daftar makanan seafood terenak di dunia. (Dok. TasteAtlas.com)

SuaraUMKM, Jakarta – Pempek, makanan khas Palembang, Sumatera Selatan, berhasil menempati peringkat keempat dalam daftar 10 besar makanan laut alias seafood terenak di dunia versi situs panduan wisata dan kuliner, Taste Atlas.

Pempek meraih perolehan nilai 4,7 poin dari 5 poin, mengalahkan puluhan jenis olahan seafood dari negara lain seperti Sushi dari Jepang hingga Fritto misto dari Italia.

Pempek adalah makanan yang terbuat dari daging ikan yang digiling dan dicampur dengan tepung tapioka, kemudian digoreng hingga kuning kecoklatan dan disajikan dengan kuah cuko.

Baca Juga : Workshop Demo Baking Tingkatkan Referensi Kuliner

Ada berbagai jenis pempek yang dapat disantap, seperti pempek lenjer, kapal selam, keriting, pistel, adaan, dan tahu. Menurut Taste Atlas, asal muasal pempek berasal dari seorang warga Palembang tua yang bosan dengan memakan ikan goreng atau bakar.

Ia berinovasi dengan menggiling daging ikan, mencampurnya dengan tepung tapioka, dan menggorengnya menjadi camilan renyah. Warga Palembang tersebut menjajakan makanan olahan tersebut dengan sepedanya.

Baca Juga : Kuliner Masih Menjadi Pilihan Usaha Favorit UMKM Binaan Wiranesia Foundation

Sebagai informasi Taste Atlas merupakan situs kuliner asal Kroasia yang mengulas tentang semua hidangan tradisional, bahan-bahan lokal, dan restoran autentik di seluruh dunia.

Situs ini telah membuat tinjauan terhadap lebih dari 10.000 makanan dan minuman di seluruh dunia. Berikut adalah daftar 10 seafood terbaik di dunia menurut Taste Atlas:

1. Ameijoas a Bulhao Pato (Portugal): 4,8 poin
2. Gambas al ajillo (Spanyol): 4,7 poin
3. Ceviche mixto (Peru): 4,7 poin
4. Pempek (Indonesia): 4,7 poin
5. Sushi Maguro Nigiri (Jepang): 4,7 poin
6. Sushi otoronigiri (Jepang): 4,7 poin
7. Conchitas a la parmesana (Peru): 4,7 poin
8. Kaisendon (Jepang): 4,6 poin
9. Linguine allo scoglio (Kampania): 4,6 poin
10. Fritto misto (Italia): 4,6 poin

BACA JUGA :  UI Beri Edukasi Manfaat Perpajakan Pelaku UMKM di Bogor

Sumber : Taste Atlas

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

5 Kesalahan Pola Pikir yang Sering Menghambat UMKM Naik Kelas

Membangun bisnis bukan hanya soal modal, produk, dan pemasaran....

SWOT Analysis untuk UMKM: Cara Sederhana Menentukan Strategi Bisnis

SuaraUMKM, Jakarta - Ketika ingin mengembangkan bisnis, pemilik UMKM...

Cara Membuat Tujuan Bisnis 1 Tahun yang Realistis

SuaraUMKM, Jakarta - Memiliki tujuan bisnis penting bagi setiap...

Dari “Yang Penting Jualan” Menjadi Bisnis yang Punya Strategi

SuaraUMKM, Jakarta - Banyak UMKM memulai usaha dengan prinsip...