spot_img

Ini Tips Penting dari BNI Agar UMKM Bisa Tembus Pasar Jepang

Ada semacam anekdot yang mengatakan jika sudah bisa masuk ke pasar Jepang maka menembus negara lain itu sangat mudah. Ketatnya persyaratan menjadi hal yang harus diperhatikan bagi UMKM yang memperluas pasarnya ke Jepang. (Freepik/dashu83)
Ada semacam anekdot yang mengatakan jika sudah bisa masuk ke pasar Jepang maka menembus negara lain itu sangat mudah. Ketatnya persyaratan menjadi hal yang harus diperhatikan bagi UMKM yang memperluas pasarnya ke Jepang. (Freepik/dashu83)

SuaraUMKM, Jakarta – Yudhi Zufrial, General Manager BNI Tokyo, membagikan tiga hal penting yang harus diketahui oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat berhasil di pasar Jepang. Tiga pilar utama bisnis di Jepang yang perlu diperhatikan adalah kualitas, layanan, dan kepercayaan.

Menurut Yudhi, dengan mengedepankan ketiga pilar ini, produk UMKM Indonesia dapat memiliki daya saing yang lebih kuat dan disukai oleh konsumen Jepang.

“Kualitas itu nomor satu mulai dari bahan baku, proses produksi, dan hasil akhir,” kata Yudhi dalam keterangan tertulis, Minggu (26/5/2023).

Baca Juga : Puluhan Pelaku UMKM Turut Berpartisipasi Dalam Gelaran IIFEX 2023

Ia menekankan bahwa semua produk yang dihasilkan oleh UMKM harus memiliki kualitas yang konsisten dan terstandardisasi.

“Tidak bisa hari ini bagus tapi besok jelek. Itu akan mengecewakan konsumen,” ujarnya.

Poin penting kedua yang perlu diperhatikan adalah layanan. Yudhi menyatakan bahwa UMKM harus mampu memenuhi standar layanan yang diharapkan oleh konsumen atau mitra pengusaha di Jepang, termasuk dalam hal memenuhi tenggat waktu pengiriman barang sesuai perjanjian.

Selain itu, mitra pengusaha dan konsumen di Jepang juga sangat memperhatikan layanan purnajual. Yudhi mengungkapkan bahwa Jepang memiliki budaya layanan purnajual yang kuat, sehingga UMKM perlu dapat memuaskan pelanggan ketika terjadi keluhan atau masalah.

Baca Juga : Berkat Marketplace, Pengrajin Kuningan Ini Berhasil Tembus Pasar Luar Negeri

“Konsep ‘kaizen’, yang mengacu pada perbaikan berkelanjutan, sangat penting di sini. Hal ini juga harus menjadi perhatian bagi pelaku usaha yang ingin memasuki pasar Jepang,” jelasnya.

Faktor ketiga yang sangat menentukan adalah kepercayaan atau trust. Yudhi mengatakan bahwa produsen yang mampu memperoleh kepercayaan dari masyarakat Jepang diyakini akan lebih mudah untuk memasuki pasar negara lain.

BACA JUGA :  Rumah BUMN BRI Terus Dorong UMKM Binaan Menaikan Omzet Lewat Digitalisasi

“Ada anekdot di sini, kalau sudah bisa masuk ke pasar Jepang maka menembus negara lain itu sangat mudah. Itu karena di sini sangat detail dan teknis sekali,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yudhi menyatakan bahwa BNI Tokyo berkomitmen untuk membantu UMKM yang memiliki orientasi ekspor. Salah satu program yang ditawarkan adalah BNI Xpora, yang ditujukan bagi nasabah BNI di Indonesia.

Sumber : detik.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Tidak Harus Punya Modal Besar! Cara Menemukan Ide Bisnis dari Pekerjaan dan Keahlian Anda

Series Employee-Preneur - Bagian 4 | tidak harus langsung...

Respons Ancaman MSCI, Coach Faran Dorong UMKM Jadi Patriot Bursa dan Perkuat Investor Lokal

suaraumkm, Jakarta, 23 Oktober 2026 – Isu potensi reklasifikasi...

Dampak Karhutla Kalimantan Ancam Usaha Lokal, Pakar UMKM Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Bencana kebakaran hutan dan...

Punya Mimpi Bisnis, tetapi Takut Gagal? Kenali 5 Ketakutan yang Menghambat Karyawan Menjadi Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 3 : Jangan Menunggu Sampai...