spot_img

Pelaku UMKM Kota Serang Hadapi Kendala Tiga “P”, Apa Itu?

Suasana Pasar Kepandean, Kota Serang, yang dipadati para pelaku UMKM yang menjual produknya. (Antara/Mulyana)
Suasana Pasar Kepandean, Kota Serang, yang dipadati para pelaku UMKM yang menjual produknya. (Antara/Mulyana)

SuaraUMKM, Jakarta – Pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Serang masih dihadapkan pada kendala utama seperti akses permodalan, pengemasan, dan promosi. Oleh karena itu, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang memfokuskan pada tiga hal tersebut dalam mendukung pertumbuhan dan kemajuan UMKM di kota tersebut.

Wahyu Nurjamil, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang, menjelaskan bahwa langkah-langkah telah diambil untuk meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM.

Salah satunya adalah melibatkan mereka dalam berbagai acara dan event. Tidak hanya pada skala lokal, sejumlah UMKM juga berkesempatan untuk mengambil bagian dalam event-event nasional.

Baca Juga : Pelaku UMKM Lebak Mampu Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Binuangeun

“Makanya tahun ini ada 7 UMKm Kota Serang yang kami ajak saat ada event tingkat nasional,” kata Wahyu pada Rabu (16/8/2023).

Melalui partisipasi aktif dalam event seperti ini, Wahyu berharap para pelaku UMKM dapat membangun citra yang lebih positif dan mendalam pemahaman mereka tentang pengembangan usaha.

“Paling tidak mereka tahu secara langsung bagaimana mengembangkan usaha. Karena disana akan bertemu dengan para pelaku usaha dari daerah lain,” ujarnya.

Selain itu, Wahyu juga menekankan pentingnya akses permodalan. Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga perbankan untuk memberikan pelaku UMKM akses tambahan modal. Hal ini bertujuan untuk mengatasi kendala yang sering muncul ketika UMKM hendak mengembangkan usaha mereka ke tingkat yang lebih luas.

Baca Juga : Sambal Pecel Produk UMKM Banten Berhasil Tembus Pasar Arab Saudi

“Kami juga menggandeng perbankan agar membantu pelaku UMKM dapat akaes permodalan,” katanya.

Dalam upaya mempromosikan produk, Wahyu juga menyoroti pentingnya pemahaman digital bagi pelaku UMKM. Di era ini, transaksi bisnis sering kali dilakukan secara daring, dan oleh karena itu pelaku UMKM perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang pemasaran digital.

BACA JUGA :  300 Pelaku UMKM di Sukabumi Sudah Dilatih Pemasaran Digital

“Ke depan juga para pelaku UMKm perlu menggandeng influencer yang tingkat nasional. Misalnya mencoba makanan atau produk dari pelaku UMKm. Sehingga produk mereka dikenal lebih luas lagi,” pungkasnya.

Sumber : RRI

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Dorong Kedaulatan Ekonomi Rakyat, BRI Menara BRILiaN Berpartisipasi di Seminar Nasional Kopdes Merah Putih

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

Jumat Berkah, BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

JAKARTA - Semangat berbagi kembali digaungkan BRI. Kali ini...

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...