spot_img

BI Kalimantan Barat Bantu Akses UMKM ke Lembaga Keuangan

Nur Asyura Anggini Sari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (kiri) di acara Saprahan Khatulistiwa 2023 yang resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, Senin 17 Juli 2023. (Dok. Mitra Bisnis)
Nur Asyura Anggini Sari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (kiri) di acara Saprahan Khatulistiwa 2023 yang resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, Senin 17 Juli 2023. (Dok. Mitra Bisnis)

SuaraUMKM, Jakarta – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) terus berupaya mendukung dan memberikan binaan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan dan mengembangkan usaha mereka.

Salah satu langkah yang telah diimplementasikan adalah dengan memamerkan beragam produk UMKM binaan di pusat perbelanjaan modern Kota Pontianak sebagai upaya untuk mengenalkan dan mempromosikan produk unggulan daerah.

“Langkah tersebut juga merupakan upaya mempromosikan produk UMKM dan sektor pariwisata serta apresiasi kepada UMKM yang telah lolos kurasi tingkat Provinsi Kalbar bagi UMKM binaan Bank Indonesia, pemerintah daerah, dekranasda, instansi terkait dan perbankan,” kata Kepala Perwakilan BI Kalbar Nur Asyura Anggini Sari di Pontianak, Senin (24/7/2023).

Baca Juga : BI Kaltim Lakukan Pendampingan Pada 158 Pelaku UMKM Tembus Pasar Global

Selain itu, untuk mendukung eksistensi dan pertumbuhan UMKM, BI secara rutin melakukan survei terhadap UMKM yang ada.

“Tentunya yang berpotensi belum bisa membuat laporan keuangan dengan baik, itu akan ada pelatihan, karena itu memang menjadi salah satu syarat juga apabila akan mengakses kepada lembaga keuangan, kalau permodalan kepada lembaga keuangan, sehingga dengan bantuan penyusunan laporan keuangan, kemudian juga hasil survei kami jelas di mana lokasi UMKM-nya, produk dan kualitasnya seperti apa itu kami input ke dalam BISAID (UMKM yang layak dibiayai) Bank Indonesia,” ujar Anggini.

Tidak hanya itu, Bank Indonesia juga telah mensosialisasikan aplikasi di situs webnya kepada para pelaku UMKM dan lembaga keuangan. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengurangi asimetri informasi (ketimpangan informasi-Red) yang mungkin terjadi antara lembaga keuangan sebagai calon kreditur dan UMKM sebagai calon debitur potensial.

Baca Juga : Armornesia Balikpapan Jalin Silaturahmi, Siapkan Visi Kembangkan Organisasi

BACA JUGA :  Ekonomi Ramah Lingkungan Tawarkan Peluang Usaha bagi UMKM

“Saya optimis, apabila sudah masuk BISAID-nya Bank Indonesia akan dapat menjadi satu di antaranya dorongan untuk lembaga kekuangan jika sudah lolos dari syarat-syarat untuk mengurangi mitigasi risiko dan asimetri Informasi dari sisi lembaga keuangan,” ujarnya.

Menurut Anggini Sari, program pengembangan UMKM yang dijalankan oleh Bank Indonesia sejalan dengan prioritas program pemerintah daerah, khususnya dalam upaya pengendalian inflasi dengan fokus pada pengembangan komoditas pertanian seperti beras, hortikultura, dan peternakan, yang menjadi penyumbang inflasi utama.

Sumber : RRI

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Dampak Karhutla Kalimantan Ancam Usaha Lokal, Pakar UMKM Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Bencana kebakaran hutan dan...

Punya Mimpi Bisnis, tetapi Takut Gagal? Kenali 5 Ketakutan yang Menghambat Karyawan Menjadi Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 3 : Jangan Menunggu Sampai...

Gaji Aman, Masa Depan Belum Tentu: Mengapa Karyawan Perlu Memiliki Penghasilan Kedua?

Series Employee-Preneur - Bagian 2 : Jangan Hanya Mengandalkan...

Masih Jadi Karyawan, Sampai Kapan? Saatnya Mulai Berpikir Seperti Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 1: Dari Karyawan Menjadi Pengusaha...