
SuaraUMKM, Jakarta – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Solo telah menjalin kemitraan dengan sejumlah pelaku UMKM guna mengangkat potensi daerah yang ada. Sinergi ini bertujuan untuk memajukan sektor pariwisata di Kota Solo.
Melalui perwakilan Humas PHRI BPC Solo, Sistho A. Sreshtho, disampaikan bahwa salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah dengan menyediakan ruang display produk-produk UMKM.
“Salah satu bentuk dukungan dan perhatian kami di dunia perhotelan dan pariwisata guna memajukan produk lokal,” ujar Sistho saat dihubungi media pada Jumat (26/5/2023).
Baca Juga : Program Jawara UMKM Solo Siap Dampingi UMKM Naik Kelas
Sistho menjelaskan bahwa beberapa pihak dalam industri perhotelan memberikan ruang atau tempat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Biasanya, ruang bagi UMKM ini terletak di lobby atau di depan ruang pertemuan hotel.
“Seperti hotel kami sendiri, di Alana. Kami telah menggunakan produk lokal para UMKM tersebut sebagai bahan dasar pembuatan produk kami. Kami mengambil beberapa item [lokal] untuk breakfast, coffee break, di ruang pertemuan,” terang General Manager The Alana Hotel & Convention Center Solo ini.
Tidak hanya makanan dan minuman, Sistho mengungkapkan bahwa mereka juga menggunakan bahan baku lokal untuk dapur mereka, dan memberikan prioritas pada produk yang dikelola oleh masyarakat setempat.
“Dan juga berbagai suvenir, oleh-oleh untuk para tamu. Kami juga mengambil produk-produk yang dikelola oleh UMKM lokal. Jadi sinergi ini mampu mengangkat potensi wisata, potensi perekonomian, di Kota Solo dan Soloraya,” tambah Sistho.
Baca Juga : 300 Pelaku UMKM di Solo Kantongi Sertifikat Halal
Respon terhadap kerja sama ini sangat positif dari pelaku UMKM, terutama karena kerja sama ini memberikan keuntungan finansial bagi mereka. Ketua Umum Solo Preneur, Maliyana Nur Wijayanti, mengungkapkan bahwa sekitar 60 anggota komunitas Solo Preneur ikut serta dalam kerja sama ini.
“Kami bekerja sama dengan PHRI melalui UMKM yang tergabung dalam komunitas Solo Preneur. Sekitar 60 anggota UMKM terlibat dalam kerja sama ini,” ujar Maliyana.
Maliyana menjelaskan bahwa adanya display produk fashion, kerajinan, dan makanan kering ini sangat membantu para tamu dalam mencari oleh-oleh khas. Hal ini juga berdampak positif dalam memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan yang berkunjung ke Kota Solo.
Sumber : Solopos





