spot_img

Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia Sebut Teknologi P2P Landing Memiliki Peran Besar Dalam Pengembangan UMKM

Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia Sebut Teknologi P2P Landing Memiliki Peran Besar Dalam Pengembangan UMKM, Sumber : Istimewa

SuaraUMKM, Jakarta – Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menilai bahwa teknologi finansial (tekfin) peer-to-peer (P2P) lending memiliki peran yang sangat penting terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Apakah P2P lending itu punya peran terhadap pengembangan UMKM? Kalau menurut saya sangat berperan,” kata Kus saat bertemu media di Jakarta, Selasa.

Menurut Kus, hal tersebut karena berdasarkan survei beberapa platform P2P lending, dari orang-orang yang mengajukan pinjaman tunai, sekitar lebih dari 30 persen digunakan untuk keperluan usaha atau keperluan produktif lainnya.

Pasalnya, kata dia, pengajuan pinjaman di platform P2P lending cenderung lebih sederhana dan prosesnya lebih cepat dibandingkan platform atau lembaga keuangan lainnya.

“Orang kalau mau pinjam sejuta dua juta ke platform yang produktif (untuk usaha) pasti lama, karena pasti diminta badan hukumnya, minta rekening koran dari usahanya dalam tiga bulan terakhir, dan sebagainya. Sedangkan kalau ke P2P lending, prosesnya sangat simpel dan cepat, butuh hari ini, dapatnya hari ini,” jelas Kus.

“Sementara kadang kalau pinjam ke bank, misalnya perlunya minggu depan, tapi karena proses, cairnya baru dua minggu lagi, enggak matching, jadi saat saya sudah enggak perlu uangnya baru ada,” sambungnya.

Untuk itu, menurut Kus, P2P lending merupakan platform yang perkembangannya harus terus didukung, sebab lebih mudah menyasar seluruh lapisan masyarakat.

“Pertama, misalnya usia muda yang kalau mau akses ke perbankan itu susah, enggak diterima, tapi mereka bisa diterima di P2P lending. Kedua, UMKM kalau datang ke perbankan harus bawa jaminan, sedangkan di P2P lending tidak usah bawa jaminan,” ujarnya.

Mengenai pengembangan UMKM di Tanah Air, Wakil Sekretaris Jenderal II Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Firlie Ganinduto mengatakan hal tersebut memang merupakan hal yang harus sangat diperhatikan. Mengingat, menurutnya UMKM merupakan ujung tombak dari roda perekonomian di Indonesia.

BACA JUGA :  Percepat Digitalisasi UMKM, Jakpreneur luncurkan Landing Page di Tokopedia dan Program Twotor

“Kita ketahui bersama bahwa selama beberapa krisis besar di Indonesia, kita ini terbantu oleh UMKM, sehingga UMKM ini harus tetap didorong dalam hal operasional mereka,” kata Firlie.

Ia pun mengatakan, kehadiran tekfin dapat mendukung UMKM, termasuk UMKM yang masih unbanked (tidak punya layanan perbankan) dan underbanked (tidak menggunakan layanan perbankan sepenuhnya), dengan memberikan fasilitas atau permodalan agar mereka dapat menjalankan aktivitas dan usaha dengan lebih baik.

Sumber Informasi : Antaranews.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Tidak Harus Punya Modal Besar! Cara Menemukan Ide Bisnis dari Pekerjaan dan Keahlian Anda

Series Employee-Preneur - Bagian 4 | tidak harus langsung...

Respons Ancaman MSCI, Coach Faran Dorong UMKM Jadi Patriot Bursa dan Perkuat Investor Lokal

suaraumkm, Jakarta, 23 Oktober 2026 – Isu potensi reklasifikasi...

Dampak Karhutla Kalimantan Ancam Usaha Lokal, Pakar UMKM Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Bencana kebakaran hutan dan...

Punya Mimpi Bisnis, tetapi Takut Gagal? Kenali 5 Ketakutan yang Menghambat Karyawan Menjadi Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 3 : Jangan Menunggu Sampai...