spot_img

Pasar Murah Jadi Wadah Promosi Produk Lokal UMKM Tabalong

Salah satu pelaku UMKM Tabalong foto bersama dengan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani saat meninjau pelaksanaan pasar murah di halaman Pendopo Bersinar Pembataan, Kecamatan Murung Pudak. (Antara/Herlina Lasmianti)
Salah satu pelaku UMKM Tabalong foto bersama dengan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani saat meninjau pelaksanaan pasar murah di halaman Pendopo Bersinar Pembataan, Kecamatan Murung Pudak. (Antara/Herlina Lasmianti)

SuaraUMKM, Jakarta – Dalam rangka merayakan Hari Nasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mengadakan kegiatan pasar murah.

Pasar murah ini tidak hanya memberikan peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan produk mereka, tetapi juga membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Lebih dari 200 pelaku UMKM lokal di Kabupaten Tabalong turut serta dalam kegiatan pasar murah yang diselenggarakan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tabalong.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabalong, Sofiansyah, mengatakan pelaksanaan pasar murah dijalankan oleh kelompok UMKM.

Baca Juga : Pemprov Kalsel Dorong Pembinaan dan Pendampingan UMKM Meraih Sertifikasi Halal

“Kami berperan sebagai fasilitator, sedangkan pelaksanaan pasar murah dijalankan oleh kelompok-kelompok UMKM,” ujarnya

Pasar murah ini tidak hanya menampilkan berbagai produk kerajinan lokal seperti Batik Tabalong dan anyaman purun, tetapi juga menyediakan kebutuhan pokok dengan harga distributor.

Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani, didampingi oleh Ketua TP PKK Tabalong, Hj Syarifah Syifa Anang Syakhfiani, turut mengunjungi pelaksanaan pasar murah di halaman Pendopo Bersinar Pembataan Kecamatan Murung Pudak.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai, perwakilan dari perbankan, BUMN, perusahaan, dan forum koordinasi pimpinan daerah Tabalong.

Baca Juga : Digital Entrepreneurship Academy (DEA) Kabupaten Tabalong : Membangun Kewirausahaan Digital dan Pemasaran Digital Dasar

Pasar murah yang dibuka mulai pukul 08.30 WITA ini mendapat sambutan hangat dari warga Kota Tanjung dan sekitarnya. Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, tepung, telur, sayur-sayuran, cabai, bawang merah, dan bawang putih tersedia dalam beragam penawaran harga yang terjangkau.

BACA JUGA :  Gelaran GERAK KREATIF UMKM "Kolaborasi Jagoan UMKM" 20- 22 Januari Di Senayan Park

“Saya bisa mendapatkan beras kemasan lima kilogram dari Bulog seharga Rp45 ribu, bawang merah Rp20 ribu per kilogram, bawang putih Rp35 ribu per kilogram, gula putih Rp14 ribu per kilogram, dan tepung Rp12 ribu per kilogram. Ini merupakan kesempatan bagus, terutama untuk mendapatkan beras dengan harga lebih ekonomis dari biasanya,” ujar Wahidah, salah satu warga Kelurahan Mabuun yang menjadi pengunjung acara ini.

Tidak hanya itu, TPID Tabalong juga menjalin kerjasama dengan distributor lain dan berkolaborasi dengan para petani serta peternak lokal dalam upaya mendukung kelancaran pasar murah ini. Pasar murah yang berlangsung sepanjang hari ini turut didukung oleh penyediaan lima ton beras kemasan lima kilogram dari Bulog.

Sumber : Koran Jakarta

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Tidak Harus Punya Modal Besar! Cara Menemukan Ide Bisnis dari Pekerjaan dan Keahlian Anda

Series Employee-Preneur - Bagian 4 | tidak harus langsung...

Respons Ancaman MSCI, Coach Faran Dorong UMKM Jadi Patriot Bursa dan Perkuat Investor Lokal

suaraumkm, Jakarta, 23 Oktober 2026 – Isu potensi reklasifikasi...

Dampak Karhutla Kalimantan Ancam Usaha Lokal, Pakar UMKM Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Bencana kebakaran hutan dan...

Punya Mimpi Bisnis, tetapi Takut Gagal? Kenali 5 Ketakutan yang Menghambat Karyawan Menjadi Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 3 : Jangan Menunggu Sampai...