
SuaraUMKM, jakarta – Apa jadinya jika cinta, kenangan, dan kualitas diramu dalam satu gigitan? Jawabannya ada di produk-produk Friday’s Patisserie, UMKM rumahan asal Sangatta, Kalimantan Timur, yang menawarkan lebih dari sekadar kue—tapi juga cerita, warisan keluarga, dan cita rasa yang tak akan kamu temukan di tempat lain.
Didirikan oleh Pipit Fridayanti pada tahun 2023, Friday’s Patisserie hadir membawa misi mulia: menjaga warisan rasa dari sang ibunda tercinta, yang semasa hidupnya dikenal sebagai penjual makanan rumahan. Dari dapur sederhana, Pipit menyulap resep kenangan menjadi produk pastry premium seperti cookies, puding eksklusif, dan jus sehat tanpa pengawet.
“Usaha ini saya mulai bukan sekadar untuk jualan, tapi sebagai bentuk penghormatan pada mamah. Setiap produk Friday’s Patisserie adalah doa dan rasa rindu yang saya kemas dalam bentuk kue,” ujar Pipit.

Kualitas Premium, Sentuhan Personal
Yang membedakan Friday’s Patisserie dari produk sejenis adalah perhatian mereka terhadap kualitas, estetika, dan emosi. Mulai dari bahan baku tanpa pemanis buatan, proses produksi yang higienis, hingga kemasan elegan yang cocok untuk hampers, semuanya dikerjakan penuh dedikasi. Tak heran jika produk ini banyak dipesan untuk momen spesial seperti Lebaran, ulang tahun, hingga hampers perusahaan.
Namun, membangun bisnis premium di kota kecil seperti Sangatta bukan tanpa tantangan.
“Pelanggan di sini awalnya banyak yang bertanya, kenapa cookies-nya mahal? Tapi setelah mencicipi dan tahu cerita di baliknya, mereka mengerti bahwa ini bukan produk biasa,” kata Pipit.
Dari memberikan tester sambil storytelling hingga menyiasati keterbatasan bahan baku premium di daerahnya, Pipit membuktikan bahwa bisnis bisa tumbuh dengan cinta, bukan cuma strategi.

UMKM Kota Kecil Bisa Tembus Pasar Besar
Coach Faran, Founder dari Wiranesia Inkubator, mengapresiasi model usaha Friday’s Patisserie sebagai representasi UMKM masa kini yang relevan, emosional, dan profesional.
“UMKM seperti Friday’s Patisserie adalah contoh bagaimana sebuah brand bisa dibangun dari akar lokal tapi punya sentuhan global. Mereka menjual rasa, tapi juga nilai. Ini bukan cuma jualan cookies, tapi cerita dan jiwa,” — Coach Faran, Founder Wiranesia Inkubator

Siapa Target Pasar Friday’s Patisserie?
- Wanita usia 25–45 tahun yang peduli pada kualitas makanan
- Pasangan muda dan keluarga mapan yang menginginkan sajian eksklusif
- Konsumen urban lokal yang ingin camilan sehat tanpa rasa bersalah
- Pecinta kuliner premium dan Instagramable
- Konsumen emosional yang membeli karena cerita di balik produk

Kenali & Dukung Friday’s Patisserie:
- Jl. Margo Santoso II, Gg. 9 No.122B, Sangatta Utara – Kalimantan Timur
- WhatsApp: 0852-4774-7707
- Email: fridays.pypitt@gmail.com
- Instagram: @fridays_patisserie
- Shopee: Shopee Friday’s Patisserie
SuaraUMKM.com percaya, dari kota sekecil apa pun, bisa lahir kualitas sebesar apa pun. Friday’s Patisserie adalah bukti nyata bahwa usaha dari dapur kecil bisa menyentuh hati dan lidah banyak orang—asal dibangun dengan rasa, cerita, dan cinta.
“Kami mungkin dari Sangatta, tapi kami percaya kualitas kami bisa bersaing di mana saja.” – Pipit Fridayanti





