spot_img

Mynada: Dari Mesin Jahit Sederhana Menuju Busana Muslimah yang Dicintai Banyak Perempuan

Mynada: Dari Mesin Jahit Sederhana Menuju Busana Muslimah yang Dicintai Banyak Perempuan, suaraumkm

SuaraUMKM – Di tengah pesatnya dunia fashion muslimah yang kian kompetitif, hadir sebuah brand lokal bernama Mynada yang justru memilih jalur berbeda: sederhana, syar’i, namun tetap elegan dan nyaman dikenakan. Didirikan oleh Heny Badriah pada tahun 2022, Mynada lahir dari satu keresahan: mengapa sulit menemukan busana muslimah yang benar-benar sesuai syariat tapi tetap bisa dipakai dengan nyaman setiap hari?

dokumentasi proses produksi Mynada, suaraumkm

Fashion yang Menyentuh Nilai dan Gaya Hidup

Mynada bukan hanya sekadar label pakaian. Ia adalah perwujudan dari misi pribadi sang founder untuk menciptakan busana muslimah yang syar’i namun tidak berlebihan, praktis dikenakan, dan tetap mengikuti tren kekinian.

“Saya ingin menghadirkan solusi berpakaian harian untuk para muslimah yang ingin tetap tampil baik tanpa meninggalkan kenyamanan dan nilai syar’i. Karena kami percaya, pakaian yang baik bisa mendukung rasa percaya diri dan identitas perempuan muslimah.”
— Heny Badriah, Founder Mynada

Produk Mynada menggunakan bahan berkualitas, jahitan rapi, dan desain yang simpel tapi elegan. Setiap koleksi dibuat terbatas (limited stock) dan sebagian besar menggunakan bahan ramah lingkungan, mendukung gerakan sustainable fashion.

dokumentasi hasil produk jadi Mynada, suaraUMKM

Dari Resah Menjadi Gerakan Positif

Perjalanan Mynada dimulai hanya dengan satu mesin jahit dan semangat yang besar. Heny menjahit sendiri, menjual ke lingkaran terdekat, dan sempat mengalami berbagai tantangan: salah jahit, sepi pesanan, hingga kehabisan bahan produksi.

Namun semuanya dibayar dengan testimoni pelanggan yang puas, pesanan yang terus datang, dan komunitas muslimah yang mulai mempercayakan penampilan syar’i mereka kepada Mynada.

 

Tanpa Iklan, Ratusan Gamis Terjual dalam Sebulan

Tanpa dukungan iklan besar, Mynada sukses menjual ratusan potong gamis hanya dari kekuatan konten, pelayanan personal, dan promosi mulut ke mulut. Banyak komunitas muslimah bahkan secara sukarela membagikan pengalaman mereka di media sosial setelah memakai produk Mynada dalam kajian, pengajian, dan acara sosial lainnya.

BACA JUGA :  KemenkopUKM gelar Workshop di tiga tempat untuk mengakselerasi rasio kewirausahaan

“Ini bukan sekadar bisnis. Ini tentang menyebarkan kebaikan lewat busana yang membuat muslimah merasa nyaman dan percaya diri menjadi dirinya sendiri,” jelas Heny.

Dokumentasi Coach Faran yang turut mengomentari Mynada, SuaraUMKM – Jakarta

Coach Faran dari Wiranesia Inkubator Berkomentar:

“Mynada adalah contoh nyata bahwa kekuatan brand bukan hanya dari tampilan luar, tapi dari nilai yang dipegang teguh. Konsistensi, kejujuran pada pasar, dan fokus pada solusi nyata bagi pelanggan adalah kunci yang membuat UMKM seperti Mynada terus tumbuh.”
— Coach Faran, Founder Wiranesia Inkubator

yuk kenalan lebih lanjut dengan Mynada disini

Ingin Tampil Syar’i tapi Tetap Fashionable? Ini Saatnya Kenal dengan Mynada

📍Alamat: Jl. Jatisari II No.79, Buahbatu, Bandung
📱 WhatsApp: 0857-2228-2088
📷 Instagram: @mynadaofficial
🎵 TikTok: @mynadaofficial
🛍️ Shopee: Mynada Official
🛒 Tokopedia: Mynada Official

dokumentasi heny badriah selaku founder dari brand Mynada, suaraumkm

Harapan dari Heny Badriah:

“Semoga melalui SuaraUMKM.com, semakin banyak muslimah yang mengenal Mynada sebagai brand yang mendukung mereka tampil syar’i, percaya diri, dan nyaman dengan dirinya sendiri. Dan tentu, kami ingin tumbuh bersama komunitas pelaku UMKM lainnya, saling belajar dan saling mendukung.”

Mynada adalah bukti bahwa fashion muslimah bisa tetap syar’i, sederhana, dan relevan. Mulai dari satu mesin jahit — kini menjadi harapan baru bagi muslimah Indonesia.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Dampak Karhutla Kalimantan Ancam Usaha Lokal, Pakar UMKM Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Bencana kebakaran hutan dan...

Punya Mimpi Bisnis, tetapi Takut Gagal? Kenali 5 Ketakutan yang Menghambat Karyawan Menjadi Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 3 : Jangan Menunggu Sampai...

Gaji Aman, Masa Depan Belum Tentu: Mengapa Karyawan Perlu Memiliki Penghasilan Kedua?

Series Employee-Preneur - Bagian 2 : Jangan Hanya Mengandalkan...

Masih Jadi Karyawan, Sampai Kapan? Saatnya Mulai Berpikir Seperti Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 1: Dari Karyawan Menjadi Pengusaha...