spot_img

Rampagoe, Upaya Bantu UMKM di Aceh Menjauh dari Pinjol

Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki saat meluncurkan dan menyaksikan Penandatanganan Kerjasama Jual Beli diinisiasi PT Pembangunan Aceh, melalui Program Rampagoe di Anjong Mon Mata Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (20/7). (Dok. Humas Pemerintah Aceh)
Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki saat meluncurkan dan menyaksikan Penandatanganan Kerjasama Jual Beli diinisiasi PT Pembangunan Aceh, melalui Program Rampagoe di Anjong Mon Mata Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (20/7). (Dok. Humas Pemerintah Aceh)

SuaraUMKM, Jakarta – PT Pembangunan Aceh (Pema) meresmikan program pemasaran digital Rampagoe sebagai langkah perusahaan daerah tersebut untuk mengembangkan dan membangkitkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di provinsi setempat.

“Rampagoe ini bertujuan membuka akses pasar seluas-luasnya kepada pelaku UMKM melalui strategi yang tepat pada kegiatan pemasaran (e-commerce) dan bimbingan manajemen sehingga mereka dapat terus maju dan berkembang,” kata Dirut PT PEMA Ali Mulyagusdin di Banda Aceh, Kamis (20/7).

Pernyataan tersebut disampaikan pada saat peluncuran program Rampagoe yang dihadiri langsung oleh Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh. Acara ini juga dimeriahkan dengan adanya Seminar UMKM, yang memberikan platform untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para pelaku UMKM dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang dalam dunia bisnis.

Program Rangkai atau Angkat UMKM untuk Pembangunan Nanggroe, yang lebih dikenal dengan nama Rampagoe, merupakan pasar digital yang diinisiasi oleh PT PEMA untuk para pelaku UMKM. Program ini memberi kesempatan bagi UMKM untuk menjual produknya kepada perusahaan-perusahaan baik dari Aceh maupun luar wilayah tersebut.

“Artinya, perusahaan yang membeli produk-produk para pelaku UMKM di Aceh ini dalam jumlah besar, sehingga kita juga memastikan para pelaku usaha mampu memenuhi kebutuhan sesuai permintaan pembeli,” katanya.

Baca Juga : OJK Ungkap Pembiayaan UMKM Lewat Pinjol Terus Meningkat

Tak hanya berperan dalam pemasaran, PT PEMA juga mendapatkan amanah dari Pj Gubernur Aceh untuk terlibat dalam rantai bisnis UMKM. Perusahaan daerah ini terlibat aktif dalam membantu pemasaran dan pembinaan agar para pelaku UMKM mampu memproduksi produk sesuai dengan permintaan pasar dan tetap menjaga kualitasnya.

Ali menekankan bahwa dalam upaya pemasaran dan pengembangan UMKM, beberapa hal menjadi fokus perhatian yang akan mendapatkan pembinaan khusus. Kejelasan mengenai proses produksi dan kualitas produk menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan agar para pembeli merasa puas dengan produk yang dipesan secara berkelanjutan.

BACA JUGA :  Dinas Koperasi UKM Perdagangan Dan Perindustrian Kabupaten Kuningan

Keberhasilan program Rampagoe nampak dari adanya beberapa produk UMKM yang telah berhasil dibeli oleh beberapa pembeli. Dengan berjalannya program ini, diharapkan jumlah pembeli dan produk yang terjual akan terus meningkat, membuka peluang bisnis yang lebih luas bagi para pelaku UMKM.

Selain itu, PT PEMA menjalankan program Rampagoe dengan dukungan dan kolaborasi bersama Bank Indonesia, Bank Aceh Syariah, dan BPRS Mustaqim. Sinergi ini menjadi bukti nyata bagaimana berbagai pihak dapat bersama-sama mendukung keberhasilan program Rampagoe dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM di Aceh.

Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program yang digagas oleh PT PEMA. Ia berharap agar instansi terkait, termasuk bank milik daerah, dapat bekerja maksimal untuk mengatasi permasalahan pengembangan UMKM di Aceh.

“Saya berharap instansi terkait termasuk bank milik daerah untuk bekerja maksimal agar permasalahan pengembangan UMKM di Aceh dapat teratasi dan mereka dapat terus maju dan berkembang dalam berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Baca Juga : Ini Sebab Mengapa Banyak UMKM Melirik Pinjaman Online

Pj Gubernur juga berharap bahwa kegiatan yang dilakukan oleh PT PEMA dalam membangkitkan UMKM ini akan menjadi pijakan kuat untuk mendukung pengembangan UMKM di Tanah Rencong. Apabila perlu, pemerintah akan menerbitkan peraturan gubernur sebagai bentuk dukungan resmi terhadap program Rampagoe.

Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan agar PT PEMA, Bank Aceh Syariah, dan BPR Mustaqiem tidak hanya mengikuti arus atau menjadi penonton, melainkan harus mengambil inisiatif dan berinovasi dalam mendukung UMKM.

“Kasihan pelaku UMKM dan masyarakat kita., berdasarkan data, total pinjaman masyarakat Aceh di pinjaman online mencapai Rp1,4 triliun. Ini tentu perlu upaya ekstra dari kita semua agar masyarakat Aceh tidak terjebak pinjol,” kata Gubernur.

BACA JUGA :  Dinas Koperasi Dan UMKM Palembang Pastikan Semua Produk UMKM Asal Palembang Akan Masuk E-katalog

Achmad Marzuki juga menekankan pada perbankan, khususnya BAS dan BPR Mustaqiem, untuk mempermudah mekanisme dan aturan dalam pembiayaan sektor UMKM. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak terjebak dalam pinjaman online yang dinilai praktis namun memberatkan di masa mendatang, seperti jebakan yang sulit ditinggalkan.

Terakhir, ia menekankan pentingnya pembiayaan yang dapat mendorong perkembangan pengusaha mikro kecil dan menengah, dengan aturan yang mempermudah sehingga masyarakat tidak enggan untuk mengajukan pinjaman ke perbankan.

Sumber : Harian Rakyat Aceh

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Dampak Karhutla Kalimantan Ancam Usaha Lokal, Pakar UMKM Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Bencana kebakaran hutan dan...

Punya Mimpi Bisnis, tetapi Takut Gagal? Kenali 5 Ketakutan yang Menghambat Karyawan Menjadi Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 3 : Jangan Menunggu Sampai...

Gaji Aman, Masa Depan Belum Tentu: Mengapa Karyawan Perlu Memiliki Penghasilan Kedua?

Series Employee-Preneur - Bagian 2 : Jangan Hanya Mengandalkan...

Masih Jadi Karyawan, Sampai Kapan? Saatnya Mulai Berpikir Seperti Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 1: Dari Karyawan Menjadi Pengusaha...