spot_img

Pasar Kreatif Bandung, Wadah Baru UMKM dan Pelaku Ekraf Kota Kembang

Pasar Kreatif Bandung menjadi wadah baru UMKM dan pelaku ekraf kota tersebut setelah pandemi Covid-19 dengan memberikan fasilitas pemasaran di mal secara gratis kepada para pelaku usaha terbaik dari Kota Bandung. (Dok. Diskominfo Kota Bandung)
Pasar Kreatif Bandung menjadi wadah baru UMKM dan pelaku ekraf kota tersebut setelah pandemi Covid-19 dengan memberikan fasilitas pemasaran di mal secara gratis kepada para pelaku usaha terbaik dari Kota Bandung. (Dok. Diskominfo Kota Bandung)

SuaraUMKM, Jakarta – Sebanyak 268 UMKM bergabung dalam Pasar Kreatif Bandung 2023 yang diselenggarakan hingga tanggal 20 Agustus 2023 di tujuh pusat perbelanjaan. Pasar Kreatif ini diinisiasi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung bekerja sama dengan Dekranasda Kota Bandung.

Pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari berbagai sektor, termasuk 28 pelaku usaha di bidang kriya, 139 pelaku usaha di bidang fesyen, 98 pelaku usaha di bidang kuliner, dan sejumlah lainnya. Menariknya, dari total 268 peserta tersebut, sebanyak 114 di antaranya belum pernah mengikuti Pasar Kreatif sebelumnya.

“Pasar Kreatif Bandung merupakan salah satu upaya untuk memulihkan ekonomi kota setelah pandemi Covid-19 dengan memberikan fasilitas pemasaran (pameran) di mal secara gratis kepada para pelaku usaha terbaik dari Kota Bandung,” kata Cici Ema Sumarna, Ketua Dekranasda Kota Bandung pada Jumat, 7 Juli 2023.

Baca Juga : Silaturahmi Para Pelaku dan Penggerak Kewirausahaan Jawa Barat Sepakat Membantu UMKM Go Digital

Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2020. Pada tahun ini, Pasar Kreatif Bandung melibatkan partisipan dari Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Beberapa asosiasi juga terlibat dalam kegiatan ini, termasuk Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), dan BDC Kota Bandung.

Pasar Kreatif Bandung 2023 telah dimulai di Bandung Indah Plaza (BIP) sejak tanggal 30 Juni hingga 9 Juli 2023. Acara ini diikuti oleh 40 pelaku usaha, terdiri dari 4 pelaku usaha kriya, 22 pelaku usaha fesyen, dan 14 pelaku usaha kuliner. Selama tujuh hari pameran, Pasar Kreatif Bandung di BIP berhasil mencapai omset sebesar Rp 367 juta.

BACA JUGA :  Resmi, BRI KK Indrakarya direlokasi ke HK Tower

“Keuntungan dari Pasar Kreatif Bandung bagi pelaku usaha yang terlibat adalah penguatan posisi merek di masyarakat. Selain itu, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memperoleh pembinaan dalam menghadapi serta berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ungkap Cici.

Baca Juga : 46 Karya Kreatif UMKM Banyumas Dipamerkan di Karya Kreatif Serayu

Melalui pasar ini, masyarakat dapat mengenal produk-produk lokal yang ada. Harapannya, kecintaan terhadap produk lokal semakin berkembang.

“Selain itu, keuntungan ekonomi juga tercipta melalui transaksi yang mendukung penguatan ekonomi mikro di Kota Bandung,” tambah Cici.

Selain di BIP, Pasar Kreatif bakal digelar di Trans Studio Mal pada 14 – 23 Juli 2023, Cihampelas Walk pada 14 – 23 Juli 2023, Paris Van Java pada 21 – 30 Juli 2023, Paskal pada 28 Juli – 6 Agustus 2023, The Kings Shopping Center pada 4 – 13 Agustus 2023 dan Festival Citylink pada 11 – 20 Agustus 2023.

Sumber : Koran Gala

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Tidak Harus Punya Modal Besar! Cara Menemukan Ide Bisnis dari Pekerjaan dan Keahlian Anda

Series Employee-Preneur - Bagian 4 | tidak harus langsung...

Respons Ancaman MSCI, Coach Faran Dorong UMKM Jadi Patriot Bursa dan Perkuat Investor Lokal

suaraumkm, Jakarta, 23 Oktober 2026 – Isu potensi reklasifikasi...

Dampak Karhutla Kalimantan Ancam Usaha Lokal, Pakar UMKM Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Bencana kebakaran hutan dan...

Punya Mimpi Bisnis, tetapi Takut Gagal? Kenali 5 Ketakutan yang Menghambat Karyawan Menjadi Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 3 : Jangan Menunggu Sampai...