spot_img

Indonesia Masuk Peringkat 10 Besar Indeks Kewirausahaan Nasional Lintas Negara

Bazar sampai pameran berskala internasional adalah salah satu upaya menciptakan lingkungan kewirausahaan yang baik. Selain itu sinergi pentahelix dan utamanya dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya kewirausahaan di Indonesia. (Inacraft News/Eddy Purwanto)

Bazar sampai pameran berskala internasional adalah salah satu upaya menciptakan lingkungan kewirausahaan yang baik. Selain itu sinergi pentahelix dan utamanya dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya kewirausahaan di Indonesia. (Inacraft News/Eddy Purwanto)

SuaraUMKM, Jakarta – Indeks Konteks Kewirausahaan Nasional (National Entrepreneurship Context Index/NECI) menjadi sorotan dalam Laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) tahun 2022. NECI dibuat sebagai indikator untuk mengukur kualitas lingkungan kewirausahaan di berbagai negara.

Data yang dihimpun dalam laporan tersebut mengungkap beberapa negara dengan skor NECI yang tinggi. Skala skor yang digunakan adalah dari 1 hingga 10, dimana semakin tinggi skornya, semakin baik lingkungan kewirausahaannya.

Peringkat Indeks Konteks Kewirausahaan Nasional (NECI) oleh Global Entrepreneurship Monitor (GEM), 2022
Peringkat Indeks Konteks Kewirausahaan Nasional (NECI) oleh Global Entrepreneurship Monitor (GEM), 2022

Pada peringkat pertama, Uni Emirat Arab (UEA) menempati posisi teratas dengan skor 7,2 poin, diikuti oleh Arab Saudi dengan skor 6,3 poin pada peringkat kedua. Taiwan berada di peringkat ketiga dengan skor 6,2 poin, sementara India menempati peringkat keempat dengan skor 6,1 poin. Belanda menyusul di peringkat kelima dengan skor 5,9 poin, dan Lithuania menduduki peringkat keenam dengan skor 5,8 poin.

Baca Juga : Masyarakat Indonesia Optimis untuk Menjadi Entrepreneur

Menariknya, Indonesia memiliki skor yang sama dengan Lithuania, yaitu 5,8 poin, dan berada di posisi ketujuh dalam peringkat NECI. Informasi lebih lengkap mengenai peringkat negara lain dapat dilihat dalam grafik terlampir.

GEM menggunakan Kerangka Kondisi Kewirausahaan (Entrepreneurship Framework Conditions/EFC) sebagai acuan dalam mendefinisikan konteks kewirausahaan dalam aspek ekonomi tertentu. Namun, laporan ini mencatat bahwa meskipun sebagian besar negara memiliki EFC yang relatif baik, hal tersebut tidak selalu berdampak positif dalam aspek lain yang memengaruhi kewirausahaan.

Baca Juga : Dorong Kemajuan UKM, Indonesia Siapkan Sistem Data Tunggal

“Oleh karena itu, menilai tempat terbaik untuk memulai dan mengembangkan bisnis, serta membandingkan keunggulan relatif dari negara yang berbeda, bukanlah tugas yang mudah,” tulis tim riset dalam laporan tersebut. Analisis yang dilakukan dalam laporan ini mempertimbangkan 13 indikator EFC di 51 negara yang berbeda, dengan total 663 skor EFC yang mewakili setiap negara yang diteliti.

BACA JUGA :  Buka Jakcloth X Hijabmarket 2022, Anies Berpesan Bantu Pemasaran UMKM

Tim riset juga menemukan bahwa negara-negara dengan skor EFC yang cukup baik atau lebih tinggi umumnya juga memperoleh skor yang baik dalam NECI.

“Uni Emirat Arab berhasil mempertahankan posisi puncak dalam peringkat ini selama dua tahun berturut-turut dan berhasil meningkatkan skor serta keunggulannya,” tulis tim riset dalam laporan tersebut.

Sumber : Katadata

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Gelar Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal...

BRI BO BRIlian Kunjungi Merchant, Penetrasi Pengunaan Mesin EDC

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia Branch Office Menara BRILiaN...

BRI BO Bekasi Siliwangi Salurkan Bingkisan Ramadan 1447H

BEKASI - BRI Branch Office Bekasi Siliwangi kembali menggelar...

BRI BO Tambun Bagikan Paket Sembako Untuk Korban Banjir Cabangbungin

BEKASI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO)...