
SuaraUMKM, Jakarta – Indonesia, sebagai negara besar di Asia Tenggara, masih memiliki rasio jumlah wirausaha yang relatif kecil dibandingkan dengan negara-negara sekitarnya. Terutama di kalangan generasi muda, fasilitas pinjaman dari pemerintah untuk mendukung usaha mereka belum dimanfaatkan dengan baik.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), rasio jumlah wirausaha di Indonesia saat ini masih berada pada angka 3,47 persen, atau sekitar 9 juta orang dari total jumlah penduduk. Meskipun terjadi peningkatan dari angka 3,1 persen, jumlah wirausaha di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura.
Baca Juga : BPS, Semakin Banyak Penduduk Indonesia yang Ingin Menjadi Pengusaha
Untuk mengatasi permasalahan ini, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah meluncurkan program bantuan pinjaman bagi usaha ultramikro dengan batas maksimal Rp20 juta untuk setiap debitur atau calon wirausaha. Namun, meski sudah dilakukan, penyaluran kredit kepada generasi muda berusia 17-29 tahun masih belum membuahkan hasil yang signifikan.
“Anak muda masih kecil jumlahnya yang meminjam untuk ultramikro hanya 14,55 persen. Ini diperburuk dengan rasio pengusaha yang masih kecil, maka itu sekarang penting momentum untuk menimbulkan keinginan anak muda untuk memulai berwirausaha,” kata Kepala Divisi Sistem Informasi dan Teknologi PIP Adhita Surya Permana.
Meskipun demikian, Adhita mencatat bahwa mayoritas peminjam untuk usaha ultramikro dari PIP berasal dari kelompok usia 30-50 tahun. Menurutnya, meningkatnya pertumbuhan perdagangan berbasis elektronik (e-commerce) dan bonus demografi yang akan terjadi pada tahun 2030 menjadikan peningkatan rasio wirausaha, terutama di kalangan generasi muda, menjadi sangat penting.
Baca Juga : Masih Minim, Baru 17% UMKM di Indonesia yang Sudah Go Digital
Saat ini, debitur dari fasilitas kredit yang disalurkan oleh PIP didominasi oleh perempuan dewasa atau ibu rumah tangga berusia 40-50 tahun, dengan persentase mencapai 95 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sektor usaha ultramikro masih banyak dikuasai oleh kelompok ini, sementara potensi dan semangat kewirausahaan generasi muda masih perlu ditingkatkan.
Adhita juga mengungkapkan bahwa jumlah total debitur PIP hingga saat ini mencapai 5,68 juta debitur, dengan kredit yang telah tersalurkan mencapai Rp19,19 triliun. Jika dilihat secara rinci, jumlah debitur dan kredit yang telah disalurkan berdasarkan kelompok usia adalah sebagai berikut:
a. Debitur di bawah 20 tahun sebanyak 21.265 debitur, dengan penyaluran kredit sebesar Rp60,8 miliar;
b. Debitur berumur 20-29 tahun sebanyak 806.259 debitur, dengan penyaluran kredit sebesar Rp2,53 triliun;
c. Debitur berumur 30-39 tahun sebanyak 1,62 juta debitur, dengan penyaluran kredit sebesar Rp5,48 triliun;
d. Debitur berumur 40-49 tahun sebanyak 1,8 juta juta debitur, dengan penyaluran kredit sebesar Rp6,24 triliun;
e. Debitur berumur di atas 50 tahun tahun sebanyak 1,42 juta debitur, dengan penyaluran kredit sebesar Rp4,86 triliun.
“(Rasio wirausaha) adalah perhatian pemerintah, karena kalau ada wirausaha itu menciptakan lapangan pekerjaan. Ada pajak, dan imbalnya ke negara juga,” pungkas Adhita.
Sumber : Bisnis.com





