
SuaraUMKM, Jakarta – Di tengah gelombang industri fashion yang serba cepat dan konsumtif, hadir sebuah brand dari Kabupaten Malang yang memilih jalur berbeda. OIJIRU, didirikan oleh Dyah Ayuningrum, memadukan limbah tekstil dan kreativitas tanpa batas untuk menciptakan fashion yang unik, artistik, dan membawa pesan keberlanjutan.
Berawal dari kamar kecil, selembar kain sisa, dan sebuah mesin jahit, OIJIRU lahir dari titik terendah kehidupan Dyah: tanpa pekerjaan, tanpa penghasilan, dan dalam tekanan keluarga. Namun dari sisa, tumbuh asa.
“OIJIRU bukan sekadar produk fashion. Ia adalah cerita tentang bangkit, tentang memberi makna baru pada yang dianggap tak berharga, dan tentang mengajak sesama tumbuh bersama,” ujar Dyah.

Fashion Etis, Artistik, dan Penuh Cerita
OIJIRU menghadirkan women wear, kidswear, pet wear, aksesoris, hingga tas dengan desain terbatas dan kualitas jahitan tinggi. Keunikan utama dari brand ini adalah penggunaan limbah tekstil industri sebagai bahan utama—sesuatu yang sering dianggap sampah, namun oleh OIJIRU disulap menjadi karya seni yang layak dipakai dan diceritakan.
Brand ini juga memberikan jasa jahit custom, dan ke depan akan mengadakan pelatihan jahit gratis untuk ibu-ibu dari keluarga kurang mampu, sebagai wujud nyata dari komitmen pemberdayaan.
“Kami tak hanya menjual baju, tapi menyampaikan cerita tentang penyelamatan limbah, pemberdayaan perempuan, dan gaya hidup yang lebih bijak terhadap bumi.”

Membangun dari Keterbatasan
Tantangan utama OIJIRU adalah bagaimana menyulap bahan tak seragam—berbeda bentuk, tekstur, dan warna—menjadi desain yang indah dan siap pakai. Edukasi kepada konsumen juga menjadi PR tersendiri, karena masih banyak yang skeptis terhadap produk fashion berbahan limbah.
Namun pencapaian membanggakan pun hadir. Dalam usia yang masih sangat muda, OIJIRU berhasil masuk Top 350 UMKM PFPreneur 2024, membuktikan bahwa kualitas dan nilai sosial mampu bersinar meski dimulai dari nol.

Sebagaimana dikatakan Coach Faran,
“OIJIRU menunjukkan bahwa keterbatasan bukan hambatan, tapi bahan bakar kreativitas. Ini bukan sekadar bisnis fashion, tapi gerakan untuk mencintai bumi dan memberdayakan sesama.”

Sasaran Pasar
OIJIRU menyasar individu berjiwa kreatif dan sadar lingkungan, terutama perempuan usia 25–45 tahun, fashion enthusiast, ibu muda, dan pekerja kreatif di kota besar. Pasar global yang mencari produk etis dan limited edition juga menjadi target ekspansi ke depan.
Harapan ke Depan
OIJIRU tidak hanya ingin menjual produk, tapi ingin menginspirasi dan menggerakkan. Dyah berharap tampilnya OIJIRU di suaraumkm.com bisa membuka jalan:
- Dikenal lebih luas sebagai brand fashion berkelanjutan
- Terbuka untuk kolaborasi dengan pelaku UMKM dan desainer lokal
- Menjangkau pasar nasional dan global yang mengapresiasi kreativitas dan nilai sosial
- Menjadi contoh bahwa dari usaha kecil bisa lahir dampak besar

📸 Instagram: @oijiru
🛒 Tokopedia: Oijiru Store
📍 Alamat: Jl. Haruwi No. 20, RT 019 RW 004, Girimoyo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur
📞 Kontak: 0856-9770-7797
OIJIRU hadir sebagai bukti bahwa fashion bukan hanya soal gaya, tapi juga soal makna. Dari limbah, jadi karya. Dari luka, jadi kekuatan. Dukung terus UMKM lokal seperti OIJIRU di suaraumkm.com!





