
SuaraUMKM, Jakarta – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) terus mendorong pertumbuhan dan ekspansi pasar UMKM dalam skala global. Salah satu upayanya adalah melalui dukungan terhadap JaKreatiFest (JKF) 2023, sebuah acara yang bertujuan untuk memberdayakan UMKM dan mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19, seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat.
JaKreatiFest 2023 merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) BI DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, KemenKopUKM, Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-496 DKI Jakarta.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM), Teten Masduki, memberikan apresiasi terhadap JaKreatiFest 2023 dengan harapan agar UMKM di Indonesia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan naik ke tingkat global. Untuk mencapai hal tersebut, berbagai upaya perlu dilakukan guna meningkatkan pertumbuhan dan kontribusi ekspor non-migas dari produk UMKM Indonesia.
Baca Juga : Digelar 14 Juni, Jakarta Fair 2023 Jadi Ajang Hiburan dan Promosi UMKM
“Kami mengapresiasi JaKreatiFest 2023 yang memberikan dukungan dan peluang kepada pelaku UMKM untuk mengembangkan potensi mereka, memperluas jangkauan pasar, dan meraih kesuksesan yang lebih besar di tingkat internasional,” ujar MenKopUKM dalam sambutannya yang disampaikan oleh Staf Khusus MenKopUKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Fiki Satari, pada acara Pembukaan JKF 2023 di Mall Taman Anggrek, Jumat (16/6).
Dalam hal pengembangan potensi UMKM di pasar global, KemenKopUKM telah memfasilitasi berbagai program, terutama dalam bidang ekspor. Salah satunya adalah melalui sertifikasi ekspor produk UMKM seperti Organic, HACCP, BRC, dan ISO. Selain itu, KemenKopUKM juga mempertemukan agregator dan pelaku UMKM ekspor dengan dukungan lembaga pembiayaan ekspor seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan BNI Xpora.
“Kami juga memfasilitasi pemetaan pembeli (buyer mapping) dan kemampuan analisis pasar (market intelligence) untuk produk berbahan alami yang ditujukan ke pasar Eropa,” tambahnya.
Baca Juga : JaKreatifest 2023 Siap Digelar, Bakal Diramaikan 73 UMKM
KemenKopUKM juga melakukan kolaborasi dalam memperluas pasar dengan Diaspora Indonesia yang berperan sebagai agregator, termasuk di pasar Norwegia. Selain itu, terdapat kerja sama dengan Kadin dalam bentuk Indonesia Trading House di Swiss, serta kolaborasi antara KemenKopUKM, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, dan Kadin Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah.
Upaya perluasan pasar juga diperkuat melalui transformasi digital dengan melibatkan platform seperti Shopee, Lazada, Amazon, dan katalog promosi digital UKM potensial ekspor melalui website smesta.kemenkopukm.go.id. MenKopUKM mengundang para pelaku UMKM peserta JaKreatiFest 2023 untuk memanfaatkan ekosistem dukungan ekspor UMKM yang telah tersedia.
Selain itu, JaKreatiFest 2023 juga bersinergi dengan berbagai program strategis lainnya yang saat ini sedang dijalankan di Indonesia. Kolaborasi dilakukan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)/Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI), Karya Kreatif Indonesia (KKI), Indonesia Sharia Economic, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, Perlindungan Konsumen (PeKA), hingga Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI).
Sumber : Indopos





