
SuaraUMKM, Jakarta – Di balik corak elegan dan warna-warna etnik dari produk SHEINA BATIK, ada kisah yang jauh lebih mendalam: sebuah misi kemanusiaan. Anisatur Rofiqoh, pendiri brand batik asal Jember ini, tak hanya membangun bisnis, tapi juga membangun harapan.
Usaha ini lahir dari niat sederhana: membantu saudara yang ditinggal wafat suaminya agar tetap bisa menafkahi anak-anaknya. Anisah tahu betul perasaan itu, dan dari sanalah benih usaha SHEINA BATIK tumbuh.
“Saya mulai dengan memberi pekerjaan. Awalnya cuma satu orang. Sekarang pekerja saya kebanyakan janda, dan itu bikin saya makin semangat menjalankan usaha ini,” ungkap Anisah.

Batik Unik dengan Sentuhan Sosial
SHEINA BATIK bukan batik biasa. Produk-produknya menawarkan:
✨ Desain Unik & Inovatif
🌱 Bahan Berkualitas dan Ramah Lingkungan
🖐️ 100% Handmade – proses manual yang menjaga orisinalitas
🤝 Melibatkan komunitas lokal dalam proses produksi
📖 Setiap motif membawa cerita dan makna yang mendalam
Tak heran jika SHEINA BATIK diminati oleh:
👩💼 Wanita karir yang stylish
🎨 Pecinta batik dan budaya lokal
🌍 Turis yang ingin bawa pulang suvenir otentik
👗 Fashion enthusiast lokal
💰 Masyarakat kelas menengah yang peduli kualitas dan nilai sosial
Produk ini bukan hanya busana—tapi juga pesan moral dalam bentuk kain.

Tantangan: Persaingan, Biaya Produksi, dan Akses Pasar
Namun perjalanan membangun usaha ini bukan tanpa rintangan. SHEINA BATIK menghadapi berbagai tantangan seperti:
- Persaingan ketat dari produk batik lain
- Biaya produksi tinggi
- Sulitnya akses pasar karena keterbatasan promosi
- Mengikuti tren fashion yang cepat berubah
- Kurangnya pendanaan untuk scale-up
Untungnya, Anisah terus belajar dan berinovasi. Salah satu strategi penting yang ia terapkan adalah pemasaran digital dan diferensiasi produk.
“Saya percaya, yang membedakan usaha kita adalah nilai yang dibawa. Produk saya mungkin tak termurah, tapi setiap lembar batik kami punya cerita dan memberdayakan,” tegasnya.

Coach Faran (Wiranesia Inkubator): “Inilah UMKM dengan Nilai Sosial Tinggi!”
Menurut Coach Faran, pendiri Wiranesia Inkubator, SHEINA BATIK adalah contoh nyata bahwa UMKM bisa menjadi alat pemberdayaan sosial.
“Sheina Batik tidak hanya menciptakan produk, tapi juga menciptakan peluang hidup. UMKM seperti ini harusnya lebih banyak diangkat karena punya impact ganda—ekonomi dan sosial,”
– Coach Faran, Founder Wiranesia Inkubator

Ingin Lihat Koleksi SHEINA BATIK?
📍 Lokasi: Dusun Watukebo RT002/RW008, Desa Andongsari, Kec. Ambulu, Kab. Jember
📱 WhatsApp: 0813-3061-5542
📸 Instagram: @sheina_batik

Penutup: Batik yang Menyentuh Hati, Bukan Sekadar Fashion
Kisah SHEINA BATIK adalah pengingat bahwa bisnis bisa dimulai dari empati. Dari rasa peduli, lahir produk penuh makna. Dari niat membantu, berkembang jadi brand yang menjunjung etika dan estetika.
Bagi kamu pelaku UMKM lain: jangan pernah anggap kecil niatmu. Karena seperti SHEINA BATIK, dari desa kecil di Jember pun bisa menginspirasi Indonesia.
Dukung UMKM. Beli batik bukan hanya untuk gaya, tapi untuk perubahan.





