spot_img

Kontribusi UMKM ke expor nonmigas hanya 15,7 persen, teten masduki targetkan kenaikan 17 persen di tahun 2024

Kontribusi UMKM ke expor nonmigas hanya 15,7 persen, teten masduki targetkan kenaikan 17 persen di tahun 2024
Kontribusi UMKM ke expor nonmigas hanya 15,7 persen, teten masduki targetkan kenaikan 17 persen di tahun 2024, sumber : istimewa

SuaraUMKM, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM mencatatkan capaian kontribusi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap ekspor nonmigas baru sekitar 15,7 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan kontribusi UMKM Cina, India, dan Vietnam.

Karena itu, Kemenkop menggelar Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) UKM Berbasis Kemitraan dengan agregator dan UKM ekspor di Tangerang, Banten, untuk menciptakan ekosistem UKM Go Ekspor.

“Upaya ini dilakukan dalam rangka mendukung pencapaian target kontribusi UMKM terhadap ekspor nonmigas sebesar 17 persen pada 2024,” kata Asisten Deputi Pengembangan SDM Usaha Kecil dan Menengah Deputi Bidang UKM Kemenkop Dwi Andriani Sulistyowati sebagaimana dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu 18 September 2022.

Menurut dia, pelaku UKM Go Ekspor membutuhkan pengetahuan tentang tren pasar produk ekspor, market intelligence, dan pengembangan produk ekspor.

Pelaku UKM dinilai masih memiliki kelemahan, salah satunya tidak melihat tren saat memproduksi sebuah barang. Atas dasar tersebut, perlu didatangkan pakar di bidang desain produk, agregator, dan buying representatif.

Dalam kegiatan tersebut, para pakar melakukan transfer knowledge dengan memberikan ulasan dan masukan secara langsung terhadap setiap produk yang dihasilkan dan dipresentasikan oleh masing-masing UKM.

Dengan begitu, pengembangan SDM UKM Berbasis Kemitraan antara agregator dengan UKM ekspor tak hanya memberikan teori penunjang, tetapi juga diberi praktik langsung.

”Memang ada tahapannya, teori sekitar 30-40 persen. Kemudian kami ajak ke workshop langsung praktik, UKM mengamati, meniru, dan memodifikasi yang disebut ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), ditambah adanya success story dari para agregator yang juga sebagai pelaku UKM, untuk menyemangati mereka,” katanya.

Nantinya, dia mengharapkan para pelaku UKM dapat menjadi bagian dari rantai pasok agregator dan usaha besar berskala ekspor.

BACA JUGA :  Dorong Pemanfaatan Digitalisasi UMKM, Pemkot Medan Optimis UMKM Siap Menuju Pasar Yang Lebih Luas

“Kegiatan ini merupakan wadah para pelaku UKM untuk berinteraksi dan saling mengenalkan usaha (company profile) masing-masing. Dengan membangun jaringan (networking), akan menjalin kolaborasi dan sinergi antar sesama pelaku UKM untuk menciptakan dan memproduksi produk-produk kreatif baru dengan kualitas ekspor,” ungkap dia.

Pemilik PT Homeware Internasional Indonesia Edmond Setiadarma mengklaim akan berkomitmen membantu para pelaku UMKM dalam melakukan ekspor.

“Tidak semua UMKM memiliki akses pasar ekspor dan kapasitas produksi yang besar, sehingga kami bantu mengumpulkan produk mereka supaya dapat memenuhi permintaan pembeli. Umumnya, pesanan dari luar negeri memiliki spesifikasi permintaan yang tinggi, kami lakukan standardisasi produk,” ujar Edmond.

Sumber informasi : tempo.co

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Logo UMKM Bukan Sekadar Gambar:7 Prinsip Dasar Agar Brand Melekat di Ingatan Konsumen

Penulis: Eri Febriyanti Logo UMKM sering dianggap sekadar gambar penghias...

Bagaimana UMKM Bisa Menang di Pasar Digital dengan Strategi Visual yang Cerdas

Penulis : Nata Syafa Lena Dalam arus deras informasi digital...

Visual dan Marketing TikTok Shop sebagai Strategi Anak Desain untuk UMKM

Penulis: Nadya Safwah Priadi Perkembangan e-commerce berbasis media sosial menjadikan...

Jangan Asal Bungkus! Tips dan Trik Desain Kemasan agar Produk UMKM Laris Dilirik

Penulis: Salsabila Khairunnisa Di tengah persaingan produk UMKM yang semakin...