spot_img

Sudin PPKUKM Jakarta Selatan Dorong Masyarakat Menjadi Pelaku Usaha Baru Melalui Pelatihan Penumbuhan Wirausaha Industri Baru (PWIB) Kerajinan Tangan Di Kecamatan Pasar Minggu

Sudin PPKUKM Jakarta Selatan dorong Masyarakat menjadi Pelaku Usaha Baru melalui Pelatihan Penumbuhan Wirausaha Industri Baru (PWIB) Kerajinan Tangan di Kecamatan Pasar Minggu, sumber : SuaraUMKM

Penulis: Rika Sulastri

SuaraUMKM, Jakarta – Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro dan Menengah (Sudin PPKUKM) Kota Administrasi Jakarta Selatan mengadakan kegiatan pelatihan Penumbuhan Wirausaha Industri Baru (PWIB) untuk komoditi kuliner, fashion dan kerajinan tangan. dengan melibatkan sepuluh kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Selatan.

Pelatihan Kerajinan Tangan Kecamatan Pasar Minggu diadakan selama empat hari sejak tanggal 24-27 Oktober 2022 di RPTRA Kemuning Pasar Minggu Jakarta Selatan yang diikuti oleh empat puluh orang peserta, tim pendamping serta narasumber.

Acara dibuka oleh perwakilan dari Sudin PPKUKM Kecamatan Pasar Minggu. Hadir sebagai narasumber Cany pemilik dari Cany Batik yang juga menjabat sebagai leader dari tim pendamping.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kemampuan masyarakat yang tujuan akhirnya adalah meningkatkan perekonomian mereka,” Cany menjelaskan.

Dokumentasi seluruh peserta kegiatan pelatihan Penumbuhan Wirausaha Industri Baru (PWIB), Sumber : SuaraUMKM

Ia menambahkan, pemilihan materi pelatihan ini mengacu pada pertimbangan produknya mudah dibuat, bahan bakunya mudah didapat dan produknya mudah dijual.

“Oleh karena itu, materi pelatihan kerajinan tangan selama empat hari ini meliputi hari pertama peserta membuat tote bag, hari kedua membuat tas laptop, hari ketiga membuat sandal hias dan hari keempat membuat cempal.” papar Cany.

Target peserta adalah anggota Jakpreneur, lanjut Cany, khususnya untuk level pemula tetapi tidak menutup kesempatan bagi level menengah yang ingin mengembangkan usahanya.

Selain itu, peserta juga akan dibantu terkait legalitas seperti pembuatan NIB yang merupakan syarat untuk mengikuti pelatihan ini.

“Setelah mengikuti pelatihan ini peserta akan diberi kesempatan untuk mengikuti bazar, tentu setelah melalui seleksi dari empat puluh peserta ini berapa orang yang betul-betul serius mengikuti pelatihan sehingga dapat menghasilkan produk yang layak untuk diikutsertakan pada bazar yang diselenggarakan oleh Sudin PPKUKM,” ucap Cany.

BACA JUGA :  Oleh-oleh Kota Depok hadir di Bazar Ramadhan di Kementerian Koperasi dan UMKM

Di akhir pelatihan, lanjut Cany, peserta akan mendapatkan alat bantu sebagai modal untuk mengembangkan usahanya. Sementara dari narsum pribadi akan dipilih tiga orang peserta dengan hasil yang paling kreatif untuk mendapatkan hadiah kain batik dari Cany Batik.

Dokumentasi tiga orang peserta dengan hasil paling kreatif yang mendapatkan hadiah kain batik dari Cany Batik, sumber : SuaraUMKM

Harapan Cany, semua peserta dapat menjadi pelaku usaha baru, bukan hanya sekedar ikut pelatihan, tetapi mampu menghasilkan produk yang layak jual agar tujuan pemerintah memajukan UMKM di Indonesia dapat terwujud.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Tidak Harus Punya Modal Besar! Cara Menemukan Ide Bisnis dari Pekerjaan dan Keahlian Anda

Series Employee-Preneur - Bagian 4 | tidak harus langsung...

Respons Ancaman MSCI, Coach Faran Dorong UMKM Jadi Patriot Bursa dan Perkuat Investor Lokal

suaraumkm, Jakarta, 23 Oktober 2026 – Isu potensi reklasifikasi...

Dampak Karhutla Kalimantan Ancam Usaha Lokal, Pakar UMKM Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Bencana kebakaran hutan dan...

Punya Mimpi Bisnis, tetapi Takut Gagal? Kenali 5 Ketakutan yang Menghambat Karyawan Menjadi Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 3 : Jangan Menunggu Sampai...